Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Inovasi “Senyum Ceria”: Discharge Planning Berbasis Kangaroo Mother Care (KMC) untuk Meningkatkan Kesiapan dan Kompetensi Ibu Merawat Bayi Berat Lahir Rendah Putri Maufirah; M. Suhron; Eny Susanti; Ulva Noviana
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1443

Abstract

Bayi berat lahir rendah (BBLR) memiliki kerentanan fisiologis tinggi sehingga memerlukan kesinambungan perawatan setelah keluar dari NICU. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan dan kemandirian ibu melakukan perawatan mandiri pada bayi BBLR setelah diberikan inovasi “Senyum Ceria” di NICU RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan. Penelitian deskriptif observasional melibatkan 18 ibu dengan bayi BBLR. Kesiapan ibu dinilai melalui observasi terhadap persiapan, pelaksanaan, pemantauan bayi, konsistensi, dan kepercayaan diri. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan frekuensi, persentase, mean, dan standar deviasi. Persiapan KMC, seluruh ibu (100%) mampu menyiapkan perlengkapan bayi dan 94,4% masih memerlukan pengingat dalam cuci tangan dan menjaga kebersihan. Pada pelaksanaan KMC, seluruh ibu (100%) mampu melakukan skin-to-skin contact, posisi kepala, ekstensi leher, dan penutupan bayi. Pada pemantauan bayi, 94,4% masih memerlukan arahan dalam pemantauan pernapasan. Sebanyak 88,9% memerlukan arahan untuk durasi KMC ≥ 1 jam. Seluruh responden (100%) berada pada kategori cukup mandiri dengan mean 44,78 ± 1,437. Kesiapan dan kemandirian ibu telah terbentuk, tetapi belum optimal sehingga diperlukan metode discharge planning berbasis KMC yang terstruktur dan berkelanjutan melalui inovasi “SENYUM CERIA”.
Sobat Tensi (Whatsapp Blast Reminder Minum Obat Anti Hipertensi) untuk Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat Anti Hipertensi di Puskesmas Sapeken Kabupaten Sumenep Lina Herawati; M. Suhron; M. Hasinuddin; Eny Susanti
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2680

Abstract

Ketidakpatuhan dalam mengonsumsi obat antihipertensi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kepatuhan minum obat antihipertensi sebelum dan sesudah penerapan inovasi Sobat Tensi (WhatsApp Blast Reminder) di wilayah kerja Puskesmas Sapeken, Kabupaten Sumenep. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) untuk mengembangkan media edukasi kesehatan berupa pengingat minum obat melalui WhatsApp. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi di Puskesmas Sapeken sebanyak 80 orang, dengan sampel 67 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kepatuhan minum obat diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). Data dianalisis menggunakan uji statistik sesuai distribusi data dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan sedang, yaitu 54 orang (80,6%). Setelah diberikan inovasi Sobat Tensi, sebagian besar responden memiliki kepatuhan tinggi, yaitu 36 orang (53,7%). Hasil uji Paired T-Test menunjukkan nilai p = 0,01 (p < 0,05), sehingga terdapat perbedaan signifikan kepatuhan minum obat sebelum dan sesudah pemberian inovasi Sobat Tensi. Inovasi WhatsApp Blast Reminder berpengaruh terhadap peningkatan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sapeken. Inovasi ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan antihipertensi.
Pemanfaatan Media Edukasi Sosial Tiktok (Medsotik) dalam Meningkatkan Breastfeeding Self-Efficacy: (Studi di Klinik Pratama Azizah Bunten Barat Ketapang Sampang) Nur Azizeh; Zakkiyatus Zainiyah; Eny Susanti; M. Suhron
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2799

Abstract

Breastfeeding self-efficacy (BSE) adalah keyakinan ibu terhadap kemampuan dalam memulai, mempertahankan dan menghadapi hambatan dalam menyusui. Tujuan penelitian menganalisis pemanfaatan Media Edukasi Sosial TikTok (MEDSOTIK) dalam meningkatkan BSE ibu nifas di Klinik Pratama Azizah Bunten Barat, Kabupaten Sampang – Jawa Timur. Desain penelitian menggunakan one-group pretest–posttest pre-experimental design dengan 32 ibu nifas yang dipilih melalui consecutive sampling. Pengukuran tingkat BSE dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Breastfeeding Self-Efficacy Scale-Short Form (BSE-SF). Analisis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test dengan α=0.05. Hasil menunjukkan 84,4% responden mengalami peningkatan skor BSE, penurunan kategori rendah dari 25,0% menjadi 6,3% dan peningkatan kategori tinggi dari 25,0% menjadi 65,6%. Terdapat perbedaan signifikan skor BSE sebelum dan sesudah intervensi (p<0,001). Pemanfaatan Media Edukasi Sosial TikTok berpotensi mendukung peningkatan BSE pada ibu nifas melalui edukasi audiovisual yang mudah diakses dan dipelajari kembali.