M. Hasinuddin
Universitas Noor Huda Mustofa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sobat Tensi (Whatsapp Blast Reminder Minum Obat Anti Hipertensi) untuk Meningkatkan Kepatuhan Minum Obat Anti Hipertensi di Puskesmas Sapeken Kabupaten Sumenep Lina Herawati; M. Suhron; M. Hasinuddin; Eny Susanti
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2680

Abstract

Ketidakpatuhan dalam mengonsumsi obat antihipertensi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan kepatuhan minum obat antihipertensi sebelum dan sesudah penerapan inovasi Sobat Tensi (WhatsApp Blast Reminder) di wilayah kerja Puskesmas Sapeken, Kabupaten Sumenep. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) untuk mengembangkan media edukasi kesehatan berupa pengingat minum obat melalui WhatsApp. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi di Puskesmas Sapeken sebanyak 80 orang, dengan sampel 67 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kepatuhan minum obat diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS). Data dianalisis menggunakan uji statistik sesuai distribusi data dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan sedang, yaitu 54 orang (80,6%). Setelah diberikan inovasi Sobat Tensi, sebagian besar responden memiliki kepatuhan tinggi, yaitu 36 orang (53,7%). Hasil uji Paired T-Test menunjukkan nilai p = 0,01 (p < 0,05), sehingga terdapat perbedaan signifikan kepatuhan minum obat sebelum dan sesudah pemberian inovasi Sobat Tensi. Inovasi WhatsApp Blast Reminder berpengaruh terhadap peningkatan kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sapeken. Inovasi ini dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan antihipertensi.