This Author published in this journals
All Journal Sains Medisina
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Asupan Energi, Protein, Faktor Usia, Faktor Kesehatan, Dan Gaya Hidup Dengan Risiko Penyakit Alzheimer Pada Lansia Hanifah Hanan; Mahpolah Mahpolah; Rusmini Yanti
Sains Medisina Vol 4 No 6 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i6.1726

Abstract

Penyakit Alzheimer merupakan gangguan neurodegeneratif pada lansia yang ditandai penurunan fungsi kognitif, daya ingat, serta kualitas hidup secara bertahap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan energi, asupan protein, faktor usia, faktor kesehatan, dan gaya hidup dengan risiko penyakit Alzheimer pada lansia di Desa Melayu Tengah, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2025-2026 setelah memperoleh persetujuan etik dari Poltekkes Kemenkes Banjarmasin (No.919/KEPK-PKB/2025). Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh lansia berusia ≥60 tahun yang berdomisili di lokasi tersebut, yaitu sebanyak 90 orang. Sampel penelitian berjumlah 53 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman (a=0,05). Hasil penelitian menunjukkan risiko Alzheimer terbanyak berada pada kategori gangguan kognitif sedang yaitu 47,17%. Responden mayoritas berada pada rentang usia 60-69 tahun (70%), memiliki tingkat asupan energi defisit berat (49,06%), asupan protein defisit berat (75,47%), faktor kesehatan kategori sedang (52,83%), dan gaya hidup kategori sedang (62,26%). Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara usia (p=0,560), asupan energi (p=0,818), asupan protein (p=0,322), maupun gaya hidup (p=0,481) dengan risiko penyakit Alzheimer, sedangkan faktor kesehatan (p=0,016) berhubungan signifikan dengan risiko alzheimer.  Lansia disarankan untuk tetap memperhatikan asupan nutrisi harian yang seimbang, pemenuhan kecukupan gizi, serta aktif beraktivitas fisik seperti senam atau jalan santai minimal 3-5 kali seminggu.