Sains Medisina
Vol 4 No 6 (2026): Sains Medisina

Hubungan Asupan Energi, Protein, Faktor Usia, Faktor Kesehatan, Dan Gaya Hidup Dengan Risiko Penyakit Alzheimer Pada Lansia

Hanifah Hanan (Politeknik Kesehatan Kemenkes Banjarmasin)
Mahpolah Mahpolah (Politeknik Kesehatan Kemenkes Banjarmasin)
Rusmini Yanti (Politeknik Kesehatan Kemenkes Banjarmasin)



Article Info

Publish Date
31 Aug 2026

Abstract

Penyakit Alzheimer merupakan gangguan neurodegeneratif pada lansia yang ditandai penurunan fungsi kognitif, daya ingat, serta kualitas hidup secara bertahap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara asupan energi, asupan protein, faktor usia, faktor kesehatan, dan gaya hidup dengan risiko penyakit Alzheimer pada lansia di Desa Melayu Tengah, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2025-2026 setelah memperoleh persetujuan etik dari Poltekkes Kemenkes Banjarmasin (No.919/KEPK-PKB/2025). Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh lansia berusia ≥60 tahun yang berdomisili di lokasi tersebut, yaitu sebanyak 90 orang. Sampel penelitian berjumlah 53 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman (a=0,05). Hasil penelitian menunjukkan risiko Alzheimer terbanyak berada pada kategori gangguan kognitif sedang yaitu 47,17%. Responden mayoritas berada pada rentang usia 60-69 tahun (70%), memiliki tingkat asupan energi defisit berat (49,06%), asupan protein defisit berat (75,47%), faktor kesehatan kategori sedang (52,83%), dan gaya hidup kategori sedang (62,26%). Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara usia (p=0,560), asupan energi (p=0,818), asupan protein (p=0,322), maupun gaya hidup (p=0,481) dengan risiko penyakit Alzheimer, sedangkan faktor kesehatan (p=0,016) berhubungan signifikan dengan risiko alzheimer.  Lansia disarankan untuk tetap memperhatikan asupan nutrisi harian yang seimbang, pemenuhan kecukupan gizi, serta aktif beraktivitas fisik seperti senam atau jalan santai minimal 3-5 kali seminggu.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

sainsmedisina

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Chemical Engineering, Chemistry & Bioengineering Chemistry Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology

Description

Sains Medisina merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article tentang penemuan obat, sistem penghantaran obat, pengembangan obat, evaluasi sediaan kosmetik dan makanan. Jurnal ini mencakup bidang-bidang khusus seperti kimia obat, farmakologi, farmakognosi, fitokimia, ...