The implementation of summative assessments aligned with Learning Outcomes (CP) is essential to ensure the mastery of Science and Social Studies (IPAS) competencies in the Merdeka Curriculum at elementary schools. This study aims to analyze the implementation of summative assessment instruments toward learning outcomes in IPAS within the Merdeka Curriculum at SD Negeri 070996 Fulolo Botomuzoi. The study focuses on the forms of summative assessment instruments used by teachers, their alignment with learning outcomes, and the supporting and inhibiting factors affecting implementation. A qualitative phenomenological approach was employed. Participants consisted of four IPAS teachers (grades IV, V, and VI) selected through purposive sampling based on having over three years of teaching experience and participation in Merdeka Curriculum training. Data were collected through interviews, document analysis, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings reveal that summative assessment instruments are still dominated by written tests (multiple-choice, short-answer, and essays) that primarily measure lower-order cognitive skills. Alignment between assessment instruments and learning outcomes is not yet optimal because assessments are constructed based on textbook materials rather than CP competence frameworks. Supporting factors include available learning resources and peer collaboration, while inhibiting factors include teachers' limited understanding of translating CP into assessment indicators and time constraints. Improving teachers' professional competence in designing authentic, outcome-based assessment instruments is critical to enhancing IPAS instruction. ABSTRAK Pelaksanaan asesmen sumatif yang selaras dengan Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kunci utama dalam memastikan ketercapaian kompetensi esensial Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi instrumen asesmen sumatif terhadap capaian pembelajaran IPAS dalam Kurikulum Merdeka di SD Negeri 070996 Fulolo Botomuzoi. Fokus penelitian meliputi bentuk instrumen asesmen sumatif yang digunakan pendidik, kesesuaian instrumen dengan capaian pembelajaran, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Informan penelitian terdiri atas empat pendidik mata pelajaran IPAS (kelas IV, V, dan VI) yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria masa kerja di atas tiga tahun dan telah mengikuti pelatihan Kurikulum Merdeka. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dokumen, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (data reduction, data display, conclusion drawing/verification). Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen asesmen sumatif masih didominasi oleh tes tertulis berupa pilihan ganda, isian singkat, dan uraian yang berorientasi pada aspek kognitif tingkat rendah (remembering dan understanding). Kesesuaian instrumen dengan capaian pembelajaran belum sepenuhnya optimal karena penyusunan instrumen masih berorientasi pada materi buku teks daripada konstruksi kompetensi CP. Faktor pendukung meliputi ketersediaan sumber belajar dan diskusi antarpendidik, sedangkan faktor penghambat utama adalah keterbatasan pemahaman dalam menurunkan CP menjadi indikator asesmen serta keterbatasan waktu. Diperlukan peningkatan kompetensi pendidik dalam merancang asesmen autentik berbasis CP IPAS.