Eka Periaman Zai
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Nias

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS UPAYA GURU DALAM MENGEMBANGKAN KEPERCAYAAN DIRI PESERTA DIDIK DI KELAS III SD NEGERI 075048 LASARA SIWALUBANUA Sepni Putri Indartin Waruwu; Otilina Gulo; Eka Periaman Zai; Riana Riana
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i4.15361

Abstract

Low student self-confidence in rural schools frequently hinders active participation, yet empirical studies addressing everyday teacher-led classroom interventions in these settings remain scarce. This study aims to analyze teachers’ efforts in developing the self-confidence of third-grade students at SD Negeri 075048 Lasara Siwalubanua and to identify the supporting and inhibiting factors in their execution. This study employed a descriptive qualitative approach utilizing purposive sampling, engaging one third-grade teacher as the primary informant and six students as supporting informants. Data collection techniques included in-depth interviews, non-participant observation, and documentation, all evaluated through expert judgment. The data were systematically analyzed using data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that teacher strategies encompassed offering participation opportunities, giving positive verbal reinforcement, nurturing a safe classroom climate, and delivering gradual guidance to reticent learners. Supporting factors included teacher care and a conducive learning environment, whereas inhibiting factors stemmed from performance anxiety, peer ridicule, and tight instructional time constraints. Consequently, consistent teacher facilitation plays an essential role in cultivating primary school students' emotional courage and classroom engagement. ABSTRAK Rendahnya kepercayaan diri peserta didik di daerah pedesaan sering kali menghambat partisipasi aktif belajar, namun kajian mendalam mengenai strategi langsung guru kelas dalam mengatasi kendala tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya guru dalam mengembangkan kepercayaan diri peserta didik kelas III SD Negeri 075048 Lasara Siwalubanua serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, melibatkan satu guru kelas III sebagai informan utama dan enam peserta didik sebagai informan pendukung. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi yang telah melalui validasi ahli (expert judgment). Analisis data menerapkan model kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru diwujudkan melalui pemberian kesempatan berpendapat, penguatan verbal positif, penciptaan iklim kelas yang aman, serta bimbingan bertahap bagi peserta didik yang pasif. Faktor pendukung utama mencakup kepedulian guru dan iklim kelas yang kondusif, sedangkan faktor penghambat bersumber dari rasa malu, ketakutan diejek teman sebaya, serta alokasi waktu pembelajaran yang terbatas. Dengan demikian, peran terencana guru sangat krusial dalam membentuk resiliensi mental dan keberanian belajar peserta didik di sekolah dasar.    
ANALISIS IMPLEMENTASI INSTRUMEN ASESMEN SUMATIF TERHADAP CAPAIAN PEMBELAJARAN IPAS DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SD NEGERI 070996 FULOLO BOTOMUZOI Analisman Lase; Agnes Renostini Harefa; Noveri Amal Jaya Harefa; Eka Periaman Zai
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15407

Abstract

The implementation of summative assessments aligned with Learning Outcomes (CP) is essential to ensure the mastery of Science and Social Studies (IPAS) competencies in the Merdeka Curriculum at elementary schools. This study aims to analyze the implementation of summative assessment instruments toward learning outcomes in IPAS within the Merdeka Curriculum at SD Negeri 070996 Fulolo Botomuzoi. The study focuses on the forms of summative assessment instruments used by teachers, their alignment with learning outcomes, and the supporting and inhibiting factors affecting implementation. A qualitative phenomenological approach was employed. Participants consisted of four IPAS teachers (grades IV, V, and VI) selected through purposive sampling based on having over three years of teaching experience and participation in Merdeka Curriculum training. Data were collected through interviews, document analysis, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings reveal that summative assessment instruments are still dominated by written tests (multiple-choice, short-answer, and essays) that primarily measure lower-order cognitive skills. Alignment between assessment instruments and learning outcomes is not yet optimal because assessments are constructed based on textbook materials rather than CP competence frameworks. Supporting factors include available learning resources and peer collaboration, while inhibiting factors include teachers' limited understanding of translating CP into assessment indicators and time constraints. Improving teachers' professional competence in designing authentic, outcome-based assessment instruments is critical to enhancing IPAS instruction. ABSTRAK Pelaksanaan asesmen sumatif yang selaras dengan Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kunci utama dalam memastikan ketercapaian kompetensi esensial Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi instrumen asesmen sumatif terhadap capaian pembelajaran IPAS dalam Kurikulum Merdeka di SD Negeri 070996 Fulolo Botomuzoi. Fokus penelitian meliputi bentuk instrumen asesmen sumatif yang digunakan pendidik, kesesuaian instrumen dengan capaian pembelajaran, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Informan penelitian terdiri atas empat pendidik mata pelajaran IPAS (kelas IV, V, dan VI) yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria masa kerja di atas tiga tahun dan telah mengikuti pelatihan Kurikulum Merdeka. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dokumen, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (data reduction, data display, conclusion drawing/verification). Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen asesmen sumatif masih didominasi oleh tes tertulis berupa pilihan ganda, isian singkat, dan uraian yang berorientasi pada aspek kognitif tingkat rendah (remembering dan understanding). Kesesuaian instrumen dengan capaian pembelajaran belum sepenuhnya optimal karena penyusunan instrumen masih berorientasi pada materi buku teks daripada konstruksi kompetensi CP. Faktor pendukung meliputi ketersediaan sumber belajar dan diskusi antarpendidik, sedangkan faktor penghambat utama adalah keterbatasan pemahaman dalam menurunkan CP menjadi indikator asesmen serta keterbatasan waktu. Diperlukan peningkatan kompetensi pendidik dalam merancang asesmen autentik berbasis CP IPAS.