Agnes Renostini Harefa
Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Nias

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS IMPLEMENTASI INSTRUMEN ASESMEN SUMATIF TERHADAP CAPAIAN PEMBELAJARAN IPAS DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SD NEGERI 070996 FULOLO BOTOMUZOI Analisman Lase; Agnes Renostini Harefa; Noveri Amal Jaya Harefa; Eka Periaman Zai
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i4.15407

Abstract

The implementation of summative assessments aligned with Learning Outcomes (CP) is essential to ensure the mastery of Science and Social Studies (IPAS) competencies in the Merdeka Curriculum at elementary schools. This study aims to analyze the implementation of summative assessment instruments toward learning outcomes in IPAS within the Merdeka Curriculum at SD Negeri 070996 Fulolo Botomuzoi. The study focuses on the forms of summative assessment instruments used by teachers, their alignment with learning outcomes, and the supporting and inhibiting factors affecting implementation. A qualitative phenomenological approach was employed. Participants consisted of four IPAS teachers (grades IV, V, and VI) selected through purposive sampling based on having over three years of teaching experience and participation in Merdeka Curriculum training. Data were collected through interviews, document analysis, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings reveal that summative assessment instruments are still dominated by written tests (multiple-choice, short-answer, and essays) that primarily measure lower-order cognitive skills. Alignment between assessment instruments and learning outcomes is not yet optimal because assessments are constructed based on textbook materials rather than CP competence frameworks. Supporting factors include available learning resources and peer collaboration, while inhibiting factors include teachers' limited understanding of translating CP into assessment indicators and time constraints. Improving teachers' professional competence in designing authentic, outcome-based assessment instruments is critical to enhancing IPAS instruction. ABSTRAK Pelaksanaan asesmen sumatif yang selaras dengan Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kunci utama dalam memastikan ketercapaian kompetensi esensial Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi instrumen asesmen sumatif terhadap capaian pembelajaran IPAS dalam Kurikulum Merdeka di SD Negeri 070996 Fulolo Botomuzoi. Fokus penelitian meliputi bentuk instrumen asesmen sumatif yang digunakan pendidik, kesesuaian instrumen dengan capaian pembelajaran, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Informan penelitian terdiri atas empat pendidik mata pelajaran IPAS (kelas IV, V, dan VI) yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria masa kerja di atas tiga tahun dan telah mengikuti pelatihan Kurikulum Merdeka. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dokumen, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (data reduction, data display, conclusion drawing/verification). Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen asesmen sumatif masih didominasi oleh tes tertulis berupa pilihan ganda, isian singkat, dan uraian yang berorientasi pada aspek kognitif tingkat rendah (remembering dan understanding). Kesesuaian instrumen dengan capaian pembelajaran belum sepenuhnya optimal karena penyusunan instrumen masih berorientasi pada materi buku teks daripada konstruksi kompetensi CP. Faktor pendukung meliputi ketersediaan sumber belajar dan diskusi antarpendidik, sedangkan faktor penghambat utama adalah keterbatasan pemahaman dalam menurunkan CP menjadi indikator asesmen serta keterbatasan waktu. Diperlukan peningkatan kompetensi pendidik dalam merancang asesmen autentik berbasis CP IPAS.  
ANALISIS PELAKSANAAN ASESMEN FORMATIF DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KURIKULUM MERDEKA DI KELAS V UPTD SD NEGERI 071082 LAWELU Silvi Oktariani Zai; Indah Wijaya Lase; Agnes Renostini Harefa; Dernius Hura
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i4.15884

Abstract

Formative assessment plays a crucial role in the Merdeka Curriculum by monitoring student learning progress and providing continuous remedial feedback. However, its implementation in elementary school Pancasila Education frequently encounters pedagogical and operational barriers. This study aims to analyze the types, planning, implementation, and constraints of formative assessment in Pancasila Education lessons in fifth grade at UPTD SD Negeri 071082 Lawelu. A qualitative approach with a phenomenological design was employed using observations, in-depth interviews, and documentation, with data credibility ensured via source and technique triangulation. The findings demonstrate that teachers integrate both test and non-test evaluations planned alongside teaching modules. Nonetheless, classroom implementation remains inconsistent due to instructional time constraints, heterogeneous student comprehension, and a lack of standardized rubrics. Feedback delivered to students tends to be simplistic numerical scoring without reflective remediation. Consequently, enhancing pedagogical competence in constructing contextual assessment rubrics and instructional time management is essential for optimizing continuous formative evaluation. ABSTRAK Asesmen formatif memegang peranan krusial dalam Kurikulum Merdeka untuk memantau kemajuan belajar peserta didik dan memberikan umpan balik perbaikan secara berkelanjutan. Namun, penerapannya pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di tingkat sekolah dasar kerap menghadapi hambatan teknis maupun manajerial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variasi jenis, perencanaan, pelaksanaan, serta kendala asesmen formatif dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas V UPTD SD Negeri 071082 Lawelu. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain fenomenologi melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber serta teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah memanfaatkan asesmen tes dan nontes yang dirancang bersamaan dengan modul ajar. Kendati demikian, pelaksanaannya belum konsisten karena terbentur alokasi waktu, keberagaman daya tangkap peserta didik, serta keterbatasan instrumen yang terstandarisasi. Umpan balik yang diberikan cenderung berupa penilaian angka tanpa arahan reflektif yang komprehensif bagi peserta didik. Oleh karena itu, penguatan kompetensi guru dalam merancang rubrik asesmen dan mengelola alokasi waktu kelas sangat diperlukan guna mengoptimalkan proses evaluasi yang berkesinambungan.    
Pengaruh Penggunaan Game Edukatif Berbasis Kahoot terhadap Minat Belajar Peserta Didik pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas V SD Negeri 076075 Meafu Tri Love Putrawan Gea; Trisman Harefa; Indah Wijaya Lase; Agnes Renostini Harefa
Jurnal Ilmu Terapan dan Multidisipliner (JITM) Vol. 1 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nias

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56207/jitm.v1i1.743

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila yang disebabkan oleh pembelajaran yang masih bersifat konvensional serta kurangnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran melalui penggunaan Game edukatif berbasis Kahoot untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penggunaan Kahoot terhadap minat belajar peserta didik kelas V SD Negeri 076075 Meafu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimen melalui one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 31 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Game edukatif berbasis Kahoot berpengaruh secara signifikan terhadap minat belajar peserta didik, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Penelitian ini memiliki keterbatasan, yaitu tidak menggunakan kelompok kontrol sehingga hasil penelitian belum dapat dibandingkan dengan kondisi pembelajaran lain secara optimal. Selain itu, jumlah sampel yang terbatas juga membatasi generalisasi hasil penelitian ke populasi yang lebih luas.