Djamal Subastian
Institut Transportasi dan Logistik Trisakti

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategies to Enhance Supervision and Control of Freight Transport in Over Dimension Over Loading (ODOL) Wahyu Suntoro; Siti Maemunah; Mustika Sari; Djamal Subastian; Ilham Ilham
Ilomata International Journal of Management Vol. 7 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/ijjm.v7i2.2128

Abstract

This study examines supervision strategies for freight transport at the Balonggandu and Losarang Motor Vehicle Weighing Implementation Units (UPPKB) to address the Over Dimension Over Loading (ODOL) phenomenon, which threatens national road safety and infrastructure. The primary problem analysed is the gap between the high volume of freight vehicles and the limited capacity of manual supervision, leading to logistics inefficiencies. The study employed a mixed-method descriptive approach with data collection through field observations, questionnaires administered to 100 drivers, and in-depth interviews with key informants from the Ministry of Transportation. Data were analysed using SWOT matrices and AHP weighting. The novelty of this research lies in formulating priority strategies that integrate technical operational constraints analysis with inter-agency digital enforcement design for two specific UPPKB sites using a hybrid SWOT and AHP approach. Empirical findings indicate that external opportunity factors, specifically technological support, hold the highest weight (0.490). The strategy of inter-agency integration based on Information Technology (IT) was selected as the top priority (0.113) to overcome the limitations of manual supervision, representing a priority ranking for implementation focus rather than an absolute measure of effect size. The study concludes that a transformation towards integrated digital supervision is a strategic priority, with policy implications requiring the implementation of automated sanctions and the expansion of legal liability to cargo owners to achieve national logistics efficiency.
Evaluasi Kinerja Dan Strategi Peningkatan Pelayanan Angkutan Perkotaan Dalam Trayek Di Kota Kupang Stevanhart Abraham Salmun; Djamal Subastian; Erna Widodo
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1501

Abstract

Kualitas pelayanan angkutan perkotaan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung mobilitas masyarakat di Kota Kupang. Namun, kondisi pelayanan yang belum sepenuhnya memenuhi standar dan masih rendahnya tingkat kepuasan pengguna menunjukkan perlunya evaluasi yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja pelayanan angkutan perkotaan Kota Kupang berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM), mengukur kepuasan dan persepsi pengguna, serta menentukan prioritas perbaikan pelayanan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengintegrasikan evaluasi 27 indikator SPM, Customer Satisfaction Index (CSI), Importance-Performance Analysis (IPA), dan Analytical Hierarchy Process (AHP). Data persepsi diperoleh dari 355 responden pengguna angkutan perkotaan, sedangkan pembobotan AHP melibatkan enam orang pakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 7 dari 27 indikator SPM (25,9%) yang terpenuhi. Tingkat kepuasan pengguna berada pada kategori cukup puas dengan nilai CSI sebesar 49,07%, dengan kinerja terendah pada atribut CCTV, larangan merokok, informasi kontak tanggap darurat, tempat sampah, dan fasilitas P3K. Hasil AHP menunjukkan keselamatan menjadi kriteria dengan bobot tertinggi sebesar 0,463, diikuti keamanan sebesar 0,212 dan keteraturan sebesar 0,102. Integrasi SPM, CSI/IPA, dan AHP menghasilkan Indeks Prioritas Perbaikan (IPP) yang menempatkan kepatuhan dan kompetensi pengemudi, peralatan keselamatan, kesehatan pengemudi, keamanan kendaraan, serta kepastian waktu operasional sebagai prioritas utama. Pendekatan integratif tersebut dapat digunakan sebagai dasar evaluasi berkala dan penentuan prioritas peningkatan kualitas pelayanan angkutan perkotaan Kota Kupang.