Teguh Setiawan
Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan Media Pembelajaran Digital CEO BIPA (Cakap, Efektif, dan Optimal) untuk Pembelajaran Tata Bahasa dalam Kelas BIPA Nurvita Anjarsari; Teguh Setiawan; Ari Kusmiatun
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (Juli - September 2026)
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpkn.v4i3.3875

Abstract

Tata bahasa merupakan salah satu titik tersulit bagi pemelajar BIPA tingkat dasar, terutama bagi mereka yang bahasa ibunya bekerja dengan cara yang berbeda dalam menyusun kalimat, membentuk kata, dan menandai waktu. Media pembelajaran digital yang beredar saat ini kebanyakan menyasar kosakata dan menggunakan aplikasi kuis siap pakai, sehingga latihan tata bahasa hanya berhenti pada pengenalan bentuk. Penelitian ini mengembangkan dan menguji media pembelajaran digital bernama CEO BIPA yang menyasar tiga keterampilan tata bahasa dasar, yaitu pola kalimat dasar, imbuhan, serta keterangan waktu dan aspek. Nama tersebut merujuk pada tiga tahap belajar yang dilalui pemelajar pada setiap topik, yaitu Cakap berupa pengenalan pola, Efektif berupa latihan terbimbing, dan Optimal berupa produksi mandiri. Penelitian memakai model ADDIE. Produk dinilai oleh dua ahli, yaitu ahli pembelajaran dan ahli BIPA, dengan analisis koefisien Aiken’s V. Uji coba dilakukan pada 16 pemelajar BIPA melalui rancangan satu kelompok dengan tes awal dan tes akhir. Rerata skor naik dari 67,75 menjadi 85,38, dengan selisih rerata 17,62 poin. Seluruh pemelajar mengalami kenaikan. Nilai N-gain sebesar 0,55 yang tergolong kategori sedang. Uji beda menghasilkan t sebesar 33,67 pada derajat kebebasan 15. Temuan ini menunjukkan kenaikan penguasaan tata bahasa setelah pemakaian media.
Linguistic Representations of Power in Online Political Discourse: Implications for Language Education Ismail Marzuki; Teguh Setiawan; Else Liliani; Adi Iwan Hermawan
International Journal of Language Education Vol. 10 No. 3, 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/ijole.v10i3.90052

Abstract

Language education increasingly requires learners to understand not only grammatical structures but also how linguistic choices construct authority, position audiences, and shape interpretations of social reality. This study examines linguistic forms, discursive strategies, and power relations in quotations from Indonesian political party officials published in online mass media and explores their implications for language education. A critical discourse analysis framework was combined with systematic content analysis to examine 261 verbatim quotations from five national online media outlets published between January and July 2024, producing 1,216 codings. The findings show that declaratives were substantially more frequent than imperatives and interrogatives, while modality, polarity, and person reference further shaped meanings of certainty, authority, inclusion, and responsibility. Linguistic strategies were also more frequent than overt ideological strategies, and interactional power predominated over structural and positional power. The findings indicate that apparently neutral linguistic forms can naturalize power through layers of grammatical choice and media mediation. These patterns provide a basis for developing critical language awareness by encouraging learners to move beyond identifying linguistic structures toward interpreting how language constructs authority and social meaning in authentic online discourse.