Tablet Tambah Darah (TTD) merupakan suplemen zat besi yang penting untuk mencegah anemia pada remaja putri (rematri), namun kepatuhannya masih rendah. Anemia dapat mengganggu konsentrasi belajar, kebugaran, kesehatan reproduksi. Rematri mendapatkan dan mengonsumsi TTD di Lampung pada tahun 2025 sebesar 74,94%, sedangkan di Kabupaten Pesawaran hanya 50,90%. Prevalensi anemia pada rematri kelas 7 di Provinsi Lampung mencapai 15,23% dan di Kabupaten Pesawaran 8,62%. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum TTD. Metode penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, populasi penelitian 397 siswi dan sampel 359 yang dipilih dengan teknik proportional random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Responden tidak patuh minum TTD 194 (54,0%), pengetahuan rendah 194 (54,0%), dukungan guru tinggi 287 (79,9%), dukungan teman sebaya rendah 218 (60,7%), dukungan orang tua rendah 208 (57,9%), dan paparan media promosi kesehatan rendah 197 (54,9%). Ada hubungan pengetahuan siswi (p=0,001 OR=2,7), dukungan guru (p=0,023 OR=1,9), teman sebaya (p=0,001 OR=2,3), dukungan orang tua (p=0,010 OR=2,1), media promosi kesehatan (p=0,001 OR=3,2)dengan kepatuhan minum tablet tambah darah. Paparan media promosi kesehatan adalah faktor yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan minum tablet tambah darah (p=0,001 OR=3,0). Sekolah dan puskesmas perlu memperkuat edukasi serta penyebaran informasi tentang manfaat, cara konsumsi, dan pentingnya kepatuhan minum TTD melalui media promosi kesehatan yang menarik, mudah dipahami, dan diberikan secara berkelanjutan dengan melibatkan guru, teman sebaya, dan orang tua.