Akreditasi program studi berbasis Instrumen LAMDIK Versi 2.0 menuntut perubahan mendasar dalam pendekatan penyusunan borang, khususnya pada analisis berbasis capaian dan bukti. Namun, tim akreditasi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura menghadapi kendala berupa keterbatasan pemahaman terhadap paradigma baru tersebut, rendahnya keterampilan analisis data, serta belum optimalnya kemampuan menyusun narasi reflektif yang sesuai dengan standar LAMDIK 2.0. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian ini menawarkan solusi melalui workshop berbasis pelatihan partisipatif dan praktik langsung. Metode yang digunakan meliputi pemaparan konsep, analisis contoh borang, latihan penyusunan Laporan Evaluasi Diri dan Laporan Kinerja Program Studi, serta pendampingan intensif dalam mengembangkan narasi berbasis data dan capaian pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama satu hari dengan melibatkan 60 peserta dari tujuh program studi di lingkungan FKIP Untan. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner pre-test dan post-test, serta dokumentasi hasil kerja peserta. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta. Dampak konkret kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pemahaman peserta sebesar 38% terhadap konsep dan perbedaan LAMDIK 1.0 dan 2.0, peningkatan keterampilan analisis data sebesar 35%, serta peningkatan kemampuan menyusun narasi reflektif berbasis capaian sebesar 40%. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat koordinasi lintas program studi dan mendorong terbentuknya budaya mutu berkelanjutan di tingkat fakultas. Dengan demikian, workshop ini berkontribusi langsung terhadap kesiapan institusi dalam menghadapi akreditasi berbasis capaian secara lebih sistematis dan komprehensif.