Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemeriksaan Indeks Massa Tubuh dalam Upaya Pencegahan Penyakit tidak Menular pada Siswa di SMAN 1 Lobalain, Kabupaten Rote Ndao Tasalina Yohana Parameswari Gustam; Agus Setyobudi; Amelya B Sir; Yulia E Nitbani; Stefania Laku Loi; Ronald Pratama Adiwinoto
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas merupakan penyakit metabolik jangka panjang yang memiliki berbagai penyebab yang rumit dan berasal dari banyak faktor. Keseimbangan antara asupan makanan dan pengeluaran energi menjadi faktor kunci dalam kondisi ini. Angka kejadian obesitas terus menunjukkan kenaikan di berbagai negara, baik yang tergolong berpenghasilan tinggi maupun yang berpenghasilan menengah dan rendah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa jumlah orang dewasa dengan obesitas telah meningkat hampir tiga kali lipat sejak tahun 1975. Pada tahun 2016, lebih dari 1,9 miliar orang dewasa tergolong berat badan berlebih, dengan 650 juta di antaranya menderita obesitas. Tujuan: Melaporkan evaluasi status gizi serta efek pendidikan kesehatan pada siswa SMAN 1 Lobalain, Kabupaten Rote Ndao. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat bersifat deskriptif, melibatkan 35 siswa kelas XI–XII yang dipilih purposive berdasarkan kesiapan partisipan. Intervensi dilakukan sehari terdiri dari pengukuran berat, dan tinggi badan menggunakan timbangan, dan staturemeter. Data dianalisis secara deskriptif (frekuensi, persentase) menggunakan Microsoft Excel. Hasil: Dari 35 peserta, 22 laki-laki dan 13 perempuan; distribusi umur 15–19 tahun. Berdasarkan Indeks Massa Tubuh, 24 peserta (68,57%) masuk kategori underweight dan 9 (25,71%) normal, dan 2 orang (5,72%) berat badan lebih.  Dari 35 peserta, 22 laki-laki dan 13 perempuan; distribusi umur 15–19 tahun. Berdasarkan Indeks Massa Tubuh, 24 peserta (68,57%) masuk kategori underweight dan 9 (25,71%) normal, dan 2 orang (5,72%) berat badan lebih. Indeks massa tubuh dihubungkan dengan semakin tingginya risiko beberapa penyakit tidak menular. Orang yang memiliki BMI sangat rendah rentan terhadap infeksi, cepat merasa lelah, dan bagi wanita besar kemungkinan melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah. Risiko penyakit tidak hanya dialami oleh mereka yang memiliki BMI rendah, tetapi juga bagi mereka yang mempunyai BMI tinggi, yang berisiko terkena penyakit degeneratif seperti diabetes melitus, penyakit jantung, dan lain-lain.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kejadian Ghpr di Pulau Timor: Kajian Literatur Tasalina Yohana Parameswari Gustam; Ronald Pratama Adiwinoto; Stefania Laku Loi
KOLONI Vol. 5 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i3.1231

Abstract

Rabies is an infectious disease that causes problems in the brain and nerves. This disease can be transmitted to humans through saliva or bites from animals that are already infected with rabies. Among the 26 provinces that are rabies-endemic in Indonesia, East Nusa Tenggara (NTT) is the most affected province. From January to July 2024, NTT recorded 16,180 cases of animal bites that could cause rabies and 27 deaths due to rabies. The purpose of this literature review is to study the risk factors and socio-cultural behaviors of rabies-transmitting animals that occur on Timor Island (Indonesia). This review uses scientific publications from 2024-2026. The search was conducted from April to September 2026. The combination of search keywords includes Rabies, GHPR, Timor Island, rabies in Timor Island, with the main source being Google Scholar. Data from the articles that were found then identified risk factors and social, cultural, and geographical aspects that affect rabies control efforts on Timor Island. The results showed that risk factors and social, cultural, and geographical aspects influence rabies control efforts on Timor Island. The conclusion is that GHPR cases occurring on Timor Island are caused by many factors such as the number of dog ownerships, provocative actions towards dogs, the number of dogs in the area, individual knowledge, age, maintenance practices, contact with HPR, HPR health checks, and HPR vaccination.