Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, memiliki sumber daya mangrove yang melimpah, tetapi daun mangrove belum dimanfaatkan secara optimal sebagai produk pangan bernilai tambah. Hasil observasi awal menunjukkan empat persoalan mitra, yaitu pengetahuan yang masih terbatas, kekhawatiran terhadap keamanan bahan, belum tersusunnya proses produksi yang higienis, serta lemahnya aspek pengemasan dan pemasaran. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas ibu-ibu PKK dan kelompok perempuan produktif melalui pembuatan prototipe kerupuk daun mangrove. Program dilaksanakan pada 11 September 2025 di Balai Desa Ujunggagak melalui tahap persiapan dan pemetaan kebutuhan, edukasi, demonstrasi dan praktik, evaluasi formatif, serta penyusunan tindak lanjut. Evaluasi menggunakan tanya jawab terstruktur, observasi partisipasi, dan penilaian unjuk kerja pada tahapan pemilihan bahan, sanitasi, pengolahan adonan, pengukusan, pengeringan, penggorengan, dan pengemasan. Hasil kegiatan menunjukkan peserta mampu menjelaskan potensi dan kehati-hatian pemanfaatan daun mangrove, menyelesaikan seluruh tahapan produksi secara berkelompok, menghasilkan prototipe kerupuk, serta mengidentifikasi kebutuhan label, harga, dan pemasaran sederhana. Perubahan kapasitas dilaporkan secara kualitatif karena kegiatan belum menggunakan instrumen pretest-posttest terstandar. Program ini mengintegrasikan edukasi kesehatan, keterampilan produksi, sanitasi pangan, dan orientasi usaha rumah tangga. Keberlanjutan kegiatan memerlukan autentikasi spesies, pengujian keamanan, proksimat, mikrobiologi, dan sensori, standardisasi formula, pengurusan perizinan, serta pendampingan pemasaran.