Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kontrol Diri Islami (Mujahadah An-Nafs) Terhadap Tingkat Kecanduan Cyberloafing pada Mahasiswa Muhammad Rifat Zaki; Kallyn Nasywa Hafizhah; Raihan Daffa Ramadhan; Wanda Amelia; Afait Rahim; Nazua Zaskia
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v12i3.19201

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam mengakses informasi dan mendukung proses pembelajaran. Namun, penggunaan internet yang tidak terkontrol dapat memunculkan perilaku cyberloafing, yaitu aktivitas penggunaan internet untuk kepentingan pribadi yang tidak berkaitan dengan kegiatan akademik selama proses pembelajaran berlangsung. Salah satu faktor yang diduga dapat memengaruhi tingkat cyberloafing adalah kontrol diri. Dalam perspektif psikologi Islam, kontrol diri diwujudkan melalui konsep mujahadah an-nafs, yaitu upaya individu untuk mengendalikan hawa nafsu dan dorongan yang dapat mengarahkan pada perilaku negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kontrol diri Islami (mujahadah an-nafs) terhadap tingkat kecanduan cyberloafing pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah mahasiswa perguruan tinggi, dengan sampel yang ditentukan menggunakan teknik probability sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala kontrol diri Islami (mujahadah an-nafs) dan skala kecanduan cyberloafing. Data dianalisis menggunakan analisis regresi sederhana untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol diri Islami (mujahadah an-nafs) berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kecanduan cyberloafing pada mahasiswa, dengan kontribusi sebesar 23,4% terhadap variasi kecanduan cyberloafing. Arah pengaruh ini berlawanan dengan hipotesis awal yang mengasumsikan hubungan negatif, sehingga temuan ini dimaknai melalui perspektif ego depletion, yang menjelaskan bahwa kapasitas kontrol diri yang banyak dicurahkan pada ranah spiritual dapat menyisakan sumber daya pengendalian diri yang lebih terbatas untuk mengatur perilaku digital sehari-hari. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian psikologi Islam serta menjadi dasar empiris dalam merumuskan strategi yang lebih kontekstual untuk mengatasi perilaku cyberloafing di lingkungan perguruan tinggi.
Spiritual Bypass Pada Mahasiswa Muslim: Studi Kualitatif Fenomenologi Tentang Peran Ibadah Dalam Merespons Masalah Psikologis Vytha Aulia Dasuki; Afait Rahim; Ahmad Albianto; Abdul Fadhil
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 5 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Oktober)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena spiritual bypass pada mahasiswa Muslim, yaitu kecenderungan menggunakan praktik ibadah Islam sebagai cara untuk menghindar, alih-alih menghadapi masalah psikologis yang mendasar. Meningkatnya krisis kesehatan mental di kalangan dewasa muda secara global, dikombinasikan dengan peran sentral agama dalam komunitas Muslim, menciptakan dinamika psikologis yang unik di mana keterlibatan spiritual yang tulus dapat tercampur dengan penghindaran defensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan pengalaman hidup mahasiswa Muslim yang mengalami spiritual bypass serta memahami bagaimana ibadah berfungsi, sebagai koping autentik, pertumbuhan spiritual, ataukah sebagai mekanisme penghindaran psikologis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif fenomenologis dengan desain tinjauan literatur integratif. Sumber data dikumpulkan dari jurnal-jurnal ilmiah terindeks yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025, yang dapat diakses melalui basis data PubMed, Google Scholar, Frontiers in Psychology, dan DOAJ. Temuan menunjukkan bahwa spiritual bypass merupakan fenomena klinis yang diakui dalam konteks Muslim, dengan dua dimensi utama: penghindaran psikologis (psychological avoidance) dan spiritualisasi (spiritualizing). Faktor-faktor yang memungkinkan terjadinya spiritual bypass meliputi stigma kesehatan mental dalam komunitas Muslim, tabu budaya terhadap bantuan profesional, dan konstruksi normatif yang memandang segala tekanan sebagai ujian spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ibadah memiliki potensi ganda: dapat menjadi sumber ketahanan dan kesejahteraan yang autentik, sekaligus dapat berfungsi sebagai mekanisme pertahanan yang menunda penyembuhan psikologis yang sesungguhnya. Integrasi psikologi pastoral Islam dengan pendekatan kesehatan mental berbasis bukti direkomendasikan sebagai strategi intervensi yang responsif secara kultural bagi mahasiswa Muslim yang mengalami tekanan psikologis.