Nofamataro Zebua
Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Nias

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Universal Design for Learning (UDL) for Future Education: Preparing Learners With 21st-Century Skills Nofamataro Zebua; Yaredi Waruwu
Multikola: Jurnal Kolaborasi Multidisipliner Vol 1 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : PT YARYAS HOLISTIK KOLABORASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Twenty-first-century education faces a major challenge in the mismatch between the need to develop students’ future-ready skills and learning practices that remain largely standardized, inflexible, and insufficiently responsive to diverse learning needs. This condition calls for a pedagogical framework capable of bridging inclusive education with the development of 21st-century competencies. This study aims to analyze Universal Design for Learning (UDL) as a strategic framework for preparing students to meet the demands of future education. The research employed a descriptive qualitative approach through document analysis of various primary and secondary sources, including UDL guidelines, global education policies, and relevant scholarly articles, which were examined using qualitative content analysis. The findings indicate that the core principles of UDL—multiple means of engagement, representation, and action and expression—are strongly associated with the development of critical thinking, creativity, collaboration, communication, and adaptability skills. UDL has proven not only to support accessibility and inclusion but also to serve as a foundation for adaptive and future-oriented learning transformation. A significant finding of this study is that UDL should be reconceptualized from merely an inclusive pedagogical model into a strategic paradigm for future education, aimed at building learning systems that are equitable, flexible, and sustainable.
Akreditasi Sebagai Instrumen Kebijakan Publik Untuk Pendidikan Tinggi yang Inklusif dan Berkelanjutan: Analisis Kebijakan Global dalam Kerangka SDG 4 Yaredi Waruwu; Nofamataro Zebua; Arisman Telaumbanua; Syukur Prima Telaumbanua; Yastina Warasi
Multikola: Jurnal Kolaborasi Multidisipliner Vol 1 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : PT YARYAS HOLISTIK KOLABORASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akreditasi pendidikan tinggi telah mengalami transformasi signifikan dari sebuah mekanisme penjaminan mutu yang bersifat teknis menjadi instrumen kebijakan publik yang strategis. Dalam kerangka Sustainable Development Goal 4 (SDG 4), akreditasi kini berfungsi sebagai alat regulasi yang digunakan oleh pemerintah dan badan supranasional untuk mengarahkan perilaku institusi, mengalokasikan sumber daya, dan menegakkan akuntabilitas dalam sistem pendidikan tinggi. Artikel ini menganalisis akreditasi sebagai instrumen kebijakan publik yang mengoperasionalkan SDG 4, dengan fokus pada mekanisme desain kebijakan yang mendorong ekuitas, kualitas, dan inklusivitas. Menggunakan pendekatan analisis kebijakan komparatif yang dilandasi teori institusional, teori modal manusia, kerangka keadilan sosial, dan teori tata kelola global, kajian ini menelaah bagaimana standar akreditasi dirumuskan dan direvisi untuk memasukkan indikator inklusi, transformasi digital, dan tanggung jawab sosial. Hasil analisis menunjukkan bahwa akreditasi berkontribusi pada pendidikan tinggi yang inklusif hanya apabila tujuan ekuitas secara eksplisit diintegrasikan ke dalam standar, dioperasionalkan melalui indikator yang terukur, dan didukung oleh kapasitas institusional yang memadai. Artikel ini merekomendasikan desain kebijakan akreditasi yang adaptif, berbasis bukti, dan sensitif terhadap konteks lokal sebagai prasyarat untuk merealisasikan visi transformatif SDG 4.