Azzura Ligo
Institut Kesehatan Helvetia Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Formulasi dan Uji Efektivitas Krim Anti-Aging Berbasis Serbuk Tulang Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus Albacares) dengan Penambahan Precipitated Calcium Carbonate (PCC) Azzura Ligo; Pricella Aqwilla Ginting; Hendri Faisal; Denny Akbar Tanjung; Sri Mutia Wahyuni
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 6 No. 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v6i2.1509

Abstract

Penuaan kulit merupakan proses biologis yang ditandai dengan menurunnya elastisitas kulit, munculnya kerutan, meningkatnya pigmentasi, serta berkurangnya kadar air kulit akibat degradasi kolagen dan peningkatan stres oksidatif. Salah satu pendekatan yang banyak dikembangkan untuk mengatasi kondisi tersebut adalah penggunaan bahan aktif alami yang kaya mineral dan kolagen. Tulang ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) merupakan limbah hasil industri perikanan yang memiliki kandungan kalsium, fosfor, kolagen, dan protein yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan aktif kosmetik anti-aging. Penelitian ini bertujuan memformulasikan serbuk tulang ikan tuna sirip kuning yang dikombinasikan dengan Precipitated Calcium Carbonate (PCC) ke dalam sediaan krim anti-aging serta mengevaluasi karakteristik fisik dan efektivitasnya terhadap kondisi kulit. Penelitian dilakukan secara eksperimental melalui beberapa tahapan meliputi preparasi tulang ikan, sintesis PCC, karakterisasi bahan baku, formulasi krim pada beberapa konsentrasi, evaluasi mutu fisik sediaan, pengujian stabilitas, uji iritasi, serta pengujian efektivitas terhadap sukarelawan menggunakan skin analyzer. Parameter evaluasi meliputi organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, stabilitas, iritasi kulit, kadar air kulit, kadar minyak, dan jumlah noda hitam (dark spot). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula menghasilkan krim bertekstur semi padat, homogen, memiliki pH berkisar 4,90–5,38, daya sebar 5–6 cm, stabil selama penyimpanan, serta tidak menimbulkan iritasi pada seluruh sukarelawan. Serbuk tulang ikan tuna memiliki kadar air sebesar 7,53 persen dan kadar abu sebesar 2 persen, sehingga memenuhi persyaratan mutu bahan baku. Kombinasi serbuk tulang ikan tuna dan PCC mampu meningkatkan kelembapan kulit, memperbaiki keseimbangan minyak kulit, serta menurunkan jumlah noda hitam setelah penggunaan selama empat minggu. Formula dengan konsentrasi serbuk tulang ikan tertinggi menunjukkan efektivitas anti-aging yang paling baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kombinasi serbuk tulang ikan tuna sirip kuning dan Precipitated Calcium Carbonate berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif alami dalam formulasi krim anti-aging yang aman, stabil, dan efektif.
Hubungan Kepatuhan Pengobatan dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Beras Basah Kecamatan Pangkalan Susu Indah Pertiwi; Azzura Ligo; Hendri Faisal; Denny Akbar Tanjung; Ervina Syahfitri Lubis
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 6 No. 2: Juni 2026 Part 2
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v6i2.1537

Abstract

Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengobatan jangka panjang. Kepatuhan dalam mengonsumsi obat merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan terapi dan kualitas hidup pasien. Rendahnya kepatuhan minum obat dapat menyebabkan pengendalian kadar glukosa darah yang kurang optimal sehingga meningkatkan risiko komplikasi dan menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Beras Basah Kecamatan Pangkalan Susu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 81 pasien Diabetes Melitus Tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kepatuhan minum obat dan kuesioner kualitas hidup yang telah memenuhi kriteria penelitian. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95 persen (α = 0,05). Karakteristik responden didominasi oleh perempuan (73 persen), berusia di atas 50 tahun (80,0 persen), berpendidikan SD/ tidak bersekolah (49 persen), dan ibu rumah tangga/ tidak bekerja (70 persen). Sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan minum obat kategori sedang (74 persen), sedangkan 26 persen memiliki kepatuhan rendah dan tidak terdapat responden dengan kepatuhan tinggi. Mayoritas responden memiliki kualitas hidup yang baik (84 persen), sedangkan 16 persen memiliki kualitas hidup buruk. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (p = 0,001). Terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kualitas hidup pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Beras Basah Kecamatan Pangkalan Susu. Peningkatan kepatuhan minum obat melalui edukasi, konseling, dan pendampingan berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien serta mencegah terjadinya komplikasi Diabetes Melitus Tipe 2. Kata Kunci: ; kepatuhan minum obat, kualitas hidup; pasien; Puskesmas