Adelina Anum
Universitas Indonesia Mandiri

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan UMKM Gula Merah Berbasis Nira Kelapa melalui Sistem Bisnis dan Ekonomi Rakyat (SIBER) Berbasis Desa Wisata di Pulau Sebesi Acum Acum Wijaya; Adelina Anum; Supriyanto; Aria Kurniawan; Zeira Selina; Indra Alfani
Journal Liaison Academia and Society Vol 6 No 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v6i2.1504

Abstract

Pulau Sebesi, sebuah desa kepulauan di Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, memiliki potensi besar dalam produksi gula merah berbasis nira kelapa dan pengembangan desa wisata. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan kualitas produksi, lemahnya pengelolaan kelembagaan, rendahnya literasi pemasaran digital, serta kondisi geografis yang terisolasi dan berada di kawasan rawan bencana karena berdekatan dengan Gunung Anak Krakatau. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui Program Mahasiswa Berdampak Universitas Indonesia Mandiri dengan menerapkan pendekatan Sistem Bisnis dan Ekonomi Rakyat (SIBER) yang mengintegrasikan teknologi tepat guna, digitalisasi, inovasi branding, pengembangan ekowisata, dan penguatan kelembagaan. Kegiatan dilaksanakan selama delapan minggu menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) bagi UMKM gula merah dan Community-Based Tourism (CBT) bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan penyusunan rencana keberlanjutan. Program ini juga mengembangkan platform digital yang terdiri atas Digital Production Logbook, Marketplace Aggregator, dan Smart Dashboard untuk mendukung pencatatan produksi, pemasaran, dan pemantauan keuangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan konsistensi pencatatan produksi sebesar 30–45 persen, peningkatan jangkauan promosi sebesar 10–12 persen, serta peningkatan volume produksi sebesar 10–15 persen pada sebagian mitra. Selain itu, tata kelola kelembagaan Pokdarwis juga mengalami penguatan. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi tepat guna, pemasaran digital, dan penguatan kapasitas kelembagaan mampu meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat kepulauan sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Pemberdayaan Sanggar Budaya Muli Mekhanai Ujung Aspal dan Inovasi Tapis Melalui Digitalisasi Promosi dan Tata Kelola Berbasis Desa Wisata di Desa Kelawi, Lampung Selatan Deviana Sari; Adelina Anum; Supriyanto; Syades Sefira Safitri; Mela Desvia; Uswatul Hasanah
Journal Liaison Academia and Society Vol 6 No 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v6i2.1505

Abstract

Kain tapis merupakan warisan budaya khas Lampung yang menyimpan nilai filosofis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat, namun pemanfaatannya oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih terkendala oleh rendahnya kapasitas produksi, minimnya diversifikasi produk, lemahnya tata kelola usaha, serta keterbatasan literasi digital dalam pemasaran. Kondisi serupa dijumpai pada pengelolaan destinasi wisata Pantai Minang Ruwa di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, yang masih menerapkan sistem retribusi manual sehingga rawan kebocoran pendapatan dan minim data kunjungan wisatawan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan pengrajin tapis di Sanggar Budaya Muli Mekhanai Ujung Aspal serta pengelola Pantai Minang Ruwa melalui lima agenda utama, yaitu peningkatan kuantitas produksi dan inovasi produk tapis, penyusunan business plan, penguatan tata kelola dan laporan keuangan, pengembangan sistem e-ticketing berbasis digital, serta pelatihan pengelolaan media sosial dan konten promosi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory action research yang meliputi tahap sosialisasi dan asesmen kebutuhan, pelatihan partisipatif, pendampingan implementasi, serta evaluasi keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mitra dalam diversifikasi desain produk tapis fungsional, kemampuan menyusun rencana bisnis yang aplikatif, penerapan pencatatan keuangan sederhana berbasis pemisahan kas usaha dan pribadi, penggunaan prototipe tiket elektronik berbasis kode QR untuk pengelolaan kunjungan pantai, serta peningkatan intensitas dan kualitas konten promosi di media sosial. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ekosistem UMKM budaya berbasis desa wisata yang berkelanjutan dan dapat direplikasi pada kelompok usaha kerajinan tradisional lain di Indonesia.