Mela Desvia
Universitas Indonesia Mandiri

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Sanggar Budaya Muli Mekhanai Ujung Aspal dan Inovasi Tapis Melalui Digitalisasi Promosi dan Tata Kelola Berbasis Desa Wisata di Desa Kelawi, Lampung Selatan Deviana Sari; Adelina Anum; Supriyanto; Syades Sefira Safitri; Mela Desvia; Uswatul Hasanah
Journal Liaison Academia and Society Vol 6 No 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v6i2.1505

Abstract

Kain tapis merupakan warisan budaya khas Lampung yang menyimpan nilai filosofis, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat, namun pemanfaatannya oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masih terkendala oleh rendahnya kapasitas produksi, minimnya diversifikasi produk, lemahnya tata kelola usaha, serta keterbatasan literasi digital dalam pemasaran. Kondisi serupa dijumpai pada pengelolaan destinasi wisata Pantai Minang Ruwa di Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, yang masih menerapkan sistem retribusi manual sehingga rawan kebocoran pendapatan dan minim data kunjungan wisatawan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan pengrajin tapis di Sanggar Budaya Muli Mekhanai Ujung Aspal serta pengelola Pantai Minang Ruwa melalui lima agenda utama, yaitu peningkatan kuantitas produksi dan inovasi produk tapis, penyusunan business plan, penguatan tata kelola dan laporan keuangan, pengembangan sistem e-ticketing berbasis digital, serta pelatihan pengelolaan media sosial dan konten promosi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory action research yang meliputi tahap sosialisasi dan asesmen kebutuhan, pelatihan partisipatif, pendampingan implementasi, serta evaluasi keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mitra dalam diversifikasi desain produk tapis fungsional, kemampuan menyusun rencana bisnis yang aplikatif, penerapan pencatatan keuangan sederhana berbasis pemisahan kas usaha dan pribadi, penggunaan prototipe tiket elektronik berbasis kode QR untuk pengelolaan kunjungan pantai, serta peningkatan intensitas dan kualitas konten promosi di media sosial. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ekosistem UMKM budaya berbasis desa wisata yang berkelanjutan dan dapat direplikasi pada kelompok usaha kerajinan tradisional lain di Indonesia.
Penguatan Tata Kelola dan Pendampingan Penyusunan Laporan Keuangan Sederhana pada Kelompok Sadar Wisata Pantai Minang Rua, Lampung Selatan Sufirna Nofri Yanti; Alfina; Deviana Sari; Susi Nofitasari; Mela Desvia; Jenny Anisa Fitri; Rahmat Agus Wahyudi
Journal Liaison Academia and Society Vol 6 No 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v6i2.1506

Abstract

Destinasi wisata berbasis masyarakat umumnya menghadapi kendala klasik dalam tata kelola organisasi dan pengelolaan keuangan. Pantai Minang Rua, yang dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kelawi, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, masih mengelola administrasi secara manual tanpa sistem pencatatan keuangan yang tertib, sehingga menyulitkan pelaporan kepada anggota, pemerintah desa, maupun pemangku kepentingan lain. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola organisasi dan menyusun sistem laporan keuangan sederhana yang aplikatif bagi pengurus Pokdarwis Pantai Minang Rua. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan tata kelola, pendampingan penyusunan SOP, serta pelatihan pencatatan keuangan berbasis spreadsheet yang mengacu pada prinsip Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pengurus terhadap prinsip good governance, tersusunnya struktur organisasi yang lebih jelas, serta tersedianya format pencatatan kas masuk-keluar, buku besar sederhana, dan laporan keuangan bulanan yang berkelanjutan. Evaluasi pascapelatihan mencatat peningkatan rata-rata skor pemahaman peserta dari 47 menjadi 78, atau meningkat sekitar 66%. Kegiatan ini diharapkan menjadi model replikasi bagi Pokdarwis lain dalam meningkatkan akuntabilitas dan keberlanjutan pengelolaan destinasi wisata berbasis komunitas.