Thedora Giovani Leftungun
Universitas Pattimura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme Diera Digital Studi pada Generasi Z Pada Universitas Pattimura Thedora Giovani Leftungun; Fricean Tutuarima; Titus Gaite
JURNAL PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN Vol 10 No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1 Edisi Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/jpkn.v10i1.10636

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Pendidikan Kewarganegaraan dalam upaya pencegahan radikalisme di era digital pada Generasi Z. Pendidikan Kewarganegaraan tidak hanya membekali peserta didik dengan pemahaman mengenai hak dan kewajiban warga negara, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka dalam menghadapi dan menolak ideologi radikal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek mahasiswa Universitas Pattimura Ambon yang berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Informan dipilih karena termasuk Generasi Z yang aktif menggunakan media digital dan mengikuti pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan berkontribusi positif dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap bahaya radikalisme melalui internalisasi nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, demokrasi, hak asasi manusia, toleransi, dan kebhinekaan. Upaya pencegahan yang efektif dilakukan melalui pembelajaran kontekstual, dialogis, dan partisipatif, seperti studi kasus, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, serta experiential learning. Tantangan utama meliputi rendahnya literasi digital, masifnya penyebaran konten radikal di media sosial, dan masih dominannya metode pembelajaran yang bersifat teoritis dan konvensional.
Pendidikan Kewarganegaraan sebagai Upaya Pencegahan Radikalisme di Era Digital Studi pada Generasi Z Thedora Giovani Leftungun; Fricean Tutuarima; Titus Gaite
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Juni: Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : AMIK Veteran Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v6i2.10800

Abstract

This study aims to examine and analyze the role of Civic Education as a preventive strategy against radicalism in the digital era among Generation Z. Civic Education does not merely function to instill an understanding of citizens’ rights and obligations, but also plays a strategic role in equipping young people with values of tolerance, nationalism, and anti-radicalism. This research employed a qualitative approach and was conducted at Pattimura University. The research subjects consisted of students from the Faculty of Social and Political Sciences, the Faculty of Law, the Faculty of Economics and Business, and the Faculty of Teacher Training and Education. Data were collected through in-depth interviews and documentation, while data analysis was carried out using an interactive analysis model. The findings indicate that Civic Education has made a positive contribution to building students’ early awareness of the threats of radicalism through the internalization of the values of Pancasila, the 1945 Constitution, the Unitary State of the Republic of Indonesia (NKRI), democracy, human rights, tolerance, and diversity. Civic Education is considered an effective preventive solution when implemented through contextual, dialogical, and participatory learning approaches, such as critical discussions, case studies, problem-based learning, project-based learning, and experiential learning. In addition to classroom learning, student organizations and the positive use of digital media play an important role in strengthening values of moderation and counter-radicalism. However, major challenges include low levels of digital literacy among students, the rapid spread of radical content on social media, algorithm-driven ideological bias, and the persistence of conventional and theoretical teaching methods. Therefore, preventing radicalism in higher education requires synergy among Civic Education, lecturers, universities, student organizations, and the active awareness of students in the digital era.