Suhartono Suhartono
Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Fungsi Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling dalam Pengelolaan Madrasah melalui Pendampingan Manajerial Nurul Azizah Rizkiyatuz Zaien; Moh. Siswanto; Soim Soim; Suhartono Suhartono
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 1 No. 2 (2023): April : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v1i2.2552

Abstract

Madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam menghadapi tantangan berkelanjutan dalam menjalankan fungsi manajerial POAC planning, organizing, actuating, dan controlling. Kajian ini bertujuan mengoptimalkan fungsi-fungsi tersebut melalui pendampingan manajerial. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif dengan menggabungkan focus group discussion, workshop, coaching, mentoring, serta monitoring dan evaluasi. Peserta meliputi kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan yang secara aktif mengidentifikasi masalah, merumuskan solusi, dan menerapkan perangkat manajerial dalam konteks lembaganya. Temuan menunjukkan peningkatan pada dokumen perencanaan, struktur organisasi, pelaksanaan program, dan supervisi madrasah. Perencanaan menjadi lebih sistematis dan terukur, struktur organisasi serta uraian tugas menjadi lebih jelas, pelaksanaan program lebih terkoordinasi dan akuntabel, dan supervisi lebih teratur, berbasis data, serta berorientasi perbaikan. Peserta juga melaporkan meningkatnya kepercayaan diri dan kapasitas kolaboratif dalam mengelola operasional harian. Implikasinya, model pendampingan manajerial ini praktis dan adaptif serta dapat direplikasi pada madrasah lain yang ingin memperkuat fungsi POAC. Namun, keberhasilan replikasi memerlukan penyesuaian konteks, fasilitasi berkelanjutan, dan komitmen kepala madrasah serta otoritas pendidikan terkait. Secara keseluruhan, inisiatif ini menunjukkan bahwa pendampingan partisipatif dan berkelanjutan dapat secara efektif meningkatkan kinerja manajerial madrasah dan mendukung peningkatan mutu pendidikan Islam secara lebih luas.
Pengembangan Etika Pemanfaatan Artificial Intelligence Berbasis Nilai-Nilai Islam bagi Guru Madrasah Muhamad Ali Anwar; Riduwan Riduwan; Suhartono Suhartono
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v2i1.2553

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mendorong guru madrasah memanfaatkannya untuk perencanaan pembelajaran, administrasi, dan penilaian. Namun, pemanfaatan tersebut belum disertai pedoman etis yang berlandaskan nilai-nilai Islam, sehingga berisiko pada aspek kejujuran, keadilan, tanggung jawab, amanah, dan akhlak dalam pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan etika pemanfaatan AI berbasis nilai-nilai Islam bagi guru madrasah melalui pendampingan. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif yang melibatkan guru, kepala madrasah, dan pengawas. Tahapan kegiatan mencakup focus group discussion (FGD), workshop, studi kasus, simulasi, coaching, mentoring, serta monitoring dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif-kualitatif dan kuantitatif sederhana. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan pemahaman guru tentang etika AI, tersusunnya kode etik pemanfaatan AI, pedoman praktis penggunaan AI, serta integrasi nilai-nilai Islam seperti amanah, keadilan, kejujuran, dan tanggung jawab dalam pemanfaatan AI untuk pembelajaran. Guru lebih mampu menggunakan AI secara kritis, etis, dan bertanggung jawab. Implikasinya, model pendampingan ini dapat direplikasi dan diadaptasi untuk memperkuat kompetensi etis digital guru madrasah, baik pada tingkat lokal maupun nasional, serta menjadi rujukan kebijakan pengembangan profesionalisme guru di lingkungan madrasah. Model ini menekankan refleksi nilai, dialog, dan praktik nyata sehingga guru tidak hanya terampil teknis tetapi juga berakhlak dalam memanfaatkan AI.