Muhamad Ali Anwar
Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pendampingan Pencegahan Perundungan (Bullying) melalui Pendekatan Nilai-Nilai Islam Sekolah Menengah Kecamatan Pace Nganjuk Agus Tohawi; Mastur Mastur; Anik Indramawan; Leily Vidya Rahma; Muhamad Ali Anwar; Nur Fuad; Binti Latifatul Magfiroh
Eastasouth Journal of Effective Community Services Vol 3 No 01 (2024): Eastasouth Journal of Effective Community Services (EJECS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/ejecs.v3i01.541

Abstract

This study explores the implementation of bullying prevention assistance through an Islamic values approach in middle schools in Pace District, Nganjuk. Bullying remains a significant issue in educational settings, negatively impacting students’ psychological well-being and the overall school climate. The program integrates Islamic values such as compassion, tolerance, self-control, and respect into school activities, curriculum, and counseling services. Qualitative methods, including classroom observation, interviews with teachers, and curriculum analysis, were used to assess the effectiveness of this approach. The findings indicate that embedding Islamic values in daily school life enhances students’ empathy, self-control, and mutual respect, contributing to a more harmonious and inclusive environment. The study also highlights the importance of teacher training, collaborative efforts among stakeholders, and the development of anti-bullying policies rooted in religious and moral education. These results suggest that an Islamic values-based approach can serve as an effective model for bullying prevention in similar educational contexts.
Sosialisasi dan Praktik Islamic Parenting di Era Digital bagi Orang Tua Murid Yayasan Ponpes Darussaadah, Nganjuk Anik Indramawan; Nur Fuad; Leily Vidya Rahma; Agus Tohawi; Mastur Mastur; Muhamad Ali Anwar
Eastasouth Journal of Effective Community Services Vol 4 No 01 (2025): Eastasouth Journal of Effective Community Services (EJECS)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/ejecs.v4i01.542

Abstract

This community service program focused on the socialization and practical application of Islamic parenting in the digital era for parents of students at the Darussaadah Islamic Boarding School Foundation, Nganjuk. The initiative aimed to equip parents with knowledge and skills to address the challenges of raising children amidst rapid technological advancements and pervasive digital influences. Activities included interactive seminars, discussions, and hands-on workshops emphasizing the integration of Islamic values with effective digital-age parenting strategies. The results demonstrated increased parental awareness of the importance of monitoring children’s digital activities, fostering discipline, and instilling strong moral and religious foundations. Parents reported improved confidence in guiding their children to use technology responsibly while upholding Islamic principles. The program highlights the necessity of continuous education and collaboration between parents and educators to ensure children’s holistic development in the digital age. This approach serves as a model for strengthening family resilience and character education within Islamic communities.
Pengembangan Etika Pemanfaatan Artificial Intelligence Berbasis Nilai-Nilai Islam bagi Guru Madrasah Muhamad Ali Anwar; Riduwan Riduwan; Suhartono Suhartono
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v2i1.2553

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mendorong guru madrasah memanfaatkannya untuk perencanaan pembelajaran, administrasi, dan penilaian. Namun, pemanfaatan tersebut belum disertai pedoman etis yang berlandaskan nilai-nilai Islam, sehingga berisiko pada aspek kejujuran, keadilan, tanggung jawab, amanah, dan akhlak dalam pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan etika pemanfaatan AI berbasis nilai-nilai Islam bagi guru madrasah melalui pendampingan. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif yang melibatkan guru, kepala madrasah, dan pengawas. Tahapan kegiatan mencakup focus group discussion (FGD), workshop, studi kasus, simulasi, coaching, mentoring, serta monitoring dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif-kualitatif dan kuantitatif sederhana. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan pemahaman guru tentang etika AI, tersusunnya kode etik pemanfaatan AI, pedoman praktis penggunaan AI, serta integrasi nilai-nilai Islam seperti amanah, keadilan, kejujuran, dan tanggung jawab dalam pemanfaatan AI untuk pembelajaran. Guru lebih mampu menggunakan AI secara kritis, etis, dan bertanggung jawab. Implikasinya, model pendampingan ini dapat direplikasi dan diadaptasi untuk memperkuat kompetensi etis digital guru madrasah, baik pada tingkat lokal maupun nasional, serta menjadi rujukan kebijakan pengembangan profesionalisme guru di lingkungan madrasah. Model ini menekankan refleksi nilai, dialog, dan praktik nyata sehingga guru tidak hanya terampil teknis tetapi juga berakhlak dalam memanfaatkan AI.
Penguatan Kompetensi Guru PAI melalui Program Reflective Teaching Berbasis Komunitas Praktisi Lubabah Umil Fadhl; Uzi Zainal Muhyiddin; Muhamad Ali Anwar; Imam Khowim
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 2 No. 2 (2024): April : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v2i2.2554

Abstract

Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) menghadapi tantangan kompleks dalam meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian seiring tuntutan pembelajaran abad ke-21. Pengabdian masyarakat ini bertujuan menguatkan kompetensi guru PAI melalui program reflective teaching berbasis komunitas praktisi. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif dengan siklus refleksi, observasi sejawat, focus group discussion (FGD), dan komunitas praktisi. Kegiatan melibatkan guru PAI yang secara kolaboratif merencanakan, melaksanakan, mengamati, dan merefleksikan praktik pembelajaran. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam merencanakan, melaksanakan, merefleksikan, dan memperbaiki pembelajaran PAI secara berkelanjutan. Guru juga lebih mampu mengidentifikasi masalah pembelajaran, merumuskan alternatif solusi, serta berbagi praktik baik dalam komunitas. Implikasi kegiatan ini adalah model pendampingan reflective teaching berbasis komunitas praktisi dapat direplikasi dan diadaptasi dalam forum MGMP/KKG PAI untuk pengembangan profesional berkelanjutan. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada penguatan kompetensi guru PAI secara utuh dan berkelanjutan.
Penguatan Islamic Parenting melalui Pendampingan Pengelolaan Penggunaan Gadget Pada Anak Sony Eko Adisaputro; Muhamad Ali Anwar; Agus Tohawi
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 4 No. 1 (2026): Januari : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v4i1.2558

Abstract

Penggunaan gadget pada anak meningkat pesat dan sering tidak terkendali, sehingga orang tua menghadapi tantangan dalam mengatur screen time, konten, dan pendampingan anak. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat Islamic parenting melalui pendampingan pengelolaan penggunaan gadget pada anak. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui focus group discussion (FGD), workshop, konseling keluarga, coaching, role play, home visit, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan melibatkan orang tua, guru, dan tokoh masyarakat di lingkungan madrasah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil pendampingan menunjukkan meningkatnya pemahaman orang tua tentang prinsip Islamic parenting, tersusunnya kesepakatan keluarga tentang penggunaan gadget, terkendalinya screen time anak, dan tumbuhnya komunikasi keluarga yang Islami. Orang tua lebih mampu mendampingi anak dalam menggunakan gadget secara bijak, selektif, dan sesuai nilai-nilai Islam. Implikasinya, model pendampingan ini dapat diterapkan di madrasah, sekolah, dan komunitas parenting untuk memperkuat peran keluarga dalam menghadapi tantangan digital.