Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Arsitekno

USEFUL DAYLIGHT ILLUMINANCE PADA RUMOH TRADISIONAL KRONG BADE ACEH DENGAN METODE CLIMATE BASED DAYLIGHT MODELING Iskandar, Iskandar; Idham, Noor Cholis; Sugini, Sugini
Arsitekno Vol. 10 No. 1 (2023): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v10i1.10236

Abstract

Bangunan Rumah tradisional Aceh (Krong bade) memiliki tiga ruangan utama, setiap ruangan tersebut memiliki tingkat kualitas pencahayaan alami yang berbeda. Penelitian ini melakukan investigasi Useful Daylight Illuminance (UDI) pada ruang tersebut rerkait dengan konfigurasi ruangan, bukaan serta iklim disuatu daerah. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa performa pencahayaan alami menggunakan simulasi Climate Based Daylight Modeling (CBDM) serta Honeybee, Ladybug, Radian, dan Daysim. Metrik UDI yang digunakan untuk mengukur kinerja pencahayaan alami yang masuk kedalam ruangan dalam waktu setahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, performa pencahayaan alami pada Rumoh Krong Bade memiliki tingkat pencahayaan alami yang sangat baik pada beberapa ruangan mencapai 98%. Beberapa ruangan juga memiliki tingkat pencahayaan dengan kategori cukup untuk kinerja pencahayaan alami.
KAJIAN SISTEMATIK LITERATUR ARSITEKTUR BIOKLIMATIK TERHADAP RUMAH VERNAKULAR SULAWESI SELATAN Idham, Noor Cholis; Bikram, Akram
Arsitekno Vol. 13 No. 1 (2026): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v13i1.24882

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh arsitektur bioklimatik terhadap rumah vernakular di Sulawesi Selatan melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Sebanyak 253 jurnal dari Google Scholar dan Scopus (2015–2025) disaring menggunakan PoP, Mendeley Cite, dan VosViewer, hingga diperoleh 16 jurnal relevan. Variabel utama yang dianalisis meliputi orientasi bangunan, bentuk atap, sistem ventilasi alami, penggunaan material lokal, serta pencapaian kenyamanan termal. Hasil kajian menunjukkan bahwa rumah vernakular di Sulawesi Selatan telah menerapkan prinsip bioklimatik secara alami, seperti orientasi bangunan, bentuk atap, ventilasi alami, dan penggunaan material lokal. Lima aspek dominan yang ditemukan meliputi adaptasi iklim tropis, material lokal, kenyamanan termal, efisiensi energi, dan optimalisasi ventilasi. Fokus khusus diberikan pada rumah Suku Duri karena posisinya yang unik sebagai zona transisi antara budaya Bugis dan Toraja, sehingga memperlihatkan potensi adaptif sekaligus tantangan akibat degradasi bentuk arsitektur asli. Minimnya kajian spesifik terhadap rumah Duri menandakan celah ilmiah yang penting. Arsitektur bioklimatik diposisikan sebagai pendekatan strategis untuk pelestarian dan pengembangan desain yang berkelanjutan dan kontekstual di masa depan.