Akbar Reza Muhammad
Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Program SIAGA MANIS: Edukasi dan Skrining Kesehatan Metabolik untuk Pencegahan Diabetes Melitus dan Sindrom Metabolik pada Santri Pondok Pesantren Wachid Hasyim Ardyarini Dyah Savitri; Danny Irawan; Faizal Armando Nugroho; Rifky Dwi Aditya Iryawan; Akbar Reza Muhammad; Keysa N. S.; Gigih Dwi Septa Pribadi; Ahmad Maulana Madhani; Eva Maharani Septiani Adiputri; Muchammad Ghifari Azhar; Elysia Talitha Iona Ardianto
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3331

Abstract

Latar Belakang: Jumlah penyandang diabetes melitus meningkat tajam secara global, dengan sebagian besar faktor risiko berasal dari pola makan tidak seimbang dan rendahnya aktivitas fisik yang dapat dimodifikasi. Lingkungan pondok pesantren dengan penyediaan makanan terpusat, jadwal kegiatan yang padat, serta keterbatasan aktivitas fisik terstruktur dapat menjadi lingkungan yang memengaruhi pembentukan kebiasaan kesehatan metabolik sejak usia muda. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan santri mengenai gizi seimbang, aktivitas fisik, serta pencegahan diabetes melitus dan sindrom metabolik melalui edukasi kesehatan dalam program SIAGA MANIS yang disertai skrining kesehatan metabolik. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 17 Juli 2026 di Pondok Pesantren Wachid Hasyim dengan melibatkan 10 santri putri menggunakan pendekatan partisipatif dan desain evaluasi one-group pretest–posttest. Kegiatan meliputi sosialisasi, edukasi gizi seimbang dan penyakit metabolik, pengenalan gerakan hidup aktif, serta skrining antropometri, tekanan darah, dan gula darah. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sepuluh butir dengan rentang nilai 0–100 dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank sebagai analisis utama (α = 5%). Hasil: Rerata nilai pengetahuan meningkat dari 69,00 ± 16,63 pada pretest menjadi 81,00 ± 17,29 pada posttest, dengan selisih 12,00 poin (IK 95%: 6,36–17,64) atau 17,39%. Peningkatan tersebut bermakna secara statistik (Wilcoxon signed-rank eksak p = 0,008) dengan besar efek kuat (r = 0,82) dan N-gain 0,39 (kategori sedang). Delapan peserta (80,0%) mengalami kenaikan nilai dan proporsi peserta berkategori pengetahuan baik meningkat dari 30,0% menjadi 80,0%. Kesimpulan: Program SIAGA MANIS menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan santri mengenai pencegahan diabetes melitus dan sindrom metabolik segera setelah kegiatan edukasi. Peserta dengan pengetahuan awal rendah memerlukan pendekatan pendampingan yang lebih individual. Keberlanjutan program dapat didukung melalui kader kesehatan santri, penyesuaian menu dapur, dan skrining berkala.
Edukasi dan Skrining Tuberkulosis melalui Program SIKAT TB di Wilayah Kerja Puskesmas Medokan Ayu Surabaya Nathalya Dwi Kartika; Adyan Donastin; Rifky Dwi Aditya Iryawan; Akbar Reza Muhammad; Ersalina Nidianti; Robert Aditya Wijanarko; Najmy Najah Anisah; Qoyyum Meikasari; Fatikasari Zain
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3332

Abstract

Latar Belakang: Indonesia menempati peringkat kedua dunia dalam beban tuberkulosis dengan estimasi sekitar 1,1 juta kasus pada tahun 2024, sementara sebagian kasus belum terdeteksi akibat rendahnya literasi masyarakat mengenai gejala dan pentingnya skrining. Wilayah kerja Puskesmas Medokan Ayu Surabaya merupakan kawasan dengan karakteristik permukiman padat dan mobilitas penduduk tinggi sehingga memerlukan penguatan upaya pencegahan dan penemuan kasus berbasis komunitas. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai gejala, penularan, pencegahan, dan pentingnya deteksi dini tuberkulosis melalui penyuluhan SIKAT TB. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 7 Juni 2026 di wilayah kerja Puskesmas Medokan Ayu Surabaya dengan melibatkan 100 warga. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas dengan desain evaluasi one-group pretest–posttest. Intervensi meliputi sosialisasi, penyuluhan interaktif menggunakan media poster, leaflet, dan video, serta layanan skrining sederhana. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sepuluh butir dan dilaporkan sebagai persentase jawaban benar pada setiap butir soal. Analisis dilakukan pada tingkat butir soal menggunakan uji paired sample t-test dan Wilcoxon signed-rank dengan tingkat kemaknaan α = 5%. Hasil: Rerata persentase jawaban benar meningkat dari 56,80% ± 14,26 pada pretest menjadi 97,70% ± 2,87 pada posttest, dengan selisih 40,90 poin persentase (IK 95%: 30,32–51,48) atau peningkatan relatif sebesar 72,01%. Peningkatan tersebut bermakna secara statistik (t(9) = 8,749; p < 0,001) dengan besar efek yang sangat kuat (Cohen’s dz = 2,77) dan nilai N-gain kategori tinggi (0,95). Seluruh sepuluh butir soal mengalami peningkatan, dan lima butir mencapai persentase jawaban benar 100%. Analisis menggunakan butir soal sebagai unit evaluasi sehingga hasil menggambarkan perubahan capaian pengetahuan pada setiap topik edukasi. Kesimpulan: Penyuluhan SIKAT TB efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai tuberkulosis, terutama pada materi yang sebelumnya memiliki tingkat penguasaan lebih rendah. Keberlanjutan program perlu didukung melalui penguatan kader kesehatan, pengulangan edukasi secara berkala, serta penguatan keterhubungan antara masyarakat dan layanan kesehatan primer untuk mendukung penemuan kasus aktif.