Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia
Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026

Edukasi dan Skrining Tuberkulosis melalui Program SIKAT TB di Wilayah Kerja Puskesmas Medokan Ayu Surabaya

Nathalya Dwi Kartika (Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia)
Adyan Donastin (Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia)
Rifky Dwi Aditya Iryawan (Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia)
Akbar Reza Muhammad (Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Indonesia)
Ersalina Nidianti (Program Studi D-IV Analis Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia)
Robert Aditya Wijanarko (Program Studi D-IV Analis Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia)
Najmy Najah Anisah (Program Studi D-IV Analis Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia)
Qoyyum Meikasari (Program Studi D-IV Analis Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia)
Fatikasari Zain (Program Studi D-IV Analis Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia)



Article Info

Publish Date
18 Sep 2026

Abstract

Latar Belakang: Indonesia menempati peringkat kedua dunia dalam beban tuberkulosis dengan estimasi sekitar 1,1 juta kasus pada tahun 2024, sementara sebagian kasus belum terdeteksi akibat rendahnya literasi masyarakat mengenai gejala dan pentingnya skrining. Wilayah kerja Puskesmas Medokan Ayu Surabaya merupakan kawasan dengan karakteristik permukiman padat dan mobilitas penduduk tinggi sehingga memerlukan penguatan upaya pencegahan dan penemuan kasus berbasis komunitas. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai gejala, penularan, pencegahan, dan pentingnya deteksi dini tuberkulosis melalui penyuluhan SIKAT TB. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 7 Juni 2026 di wilayah kerja Puskesmas Medokan Ayu Surabaya dengan melibatkan 100 warga. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas dengan desain evaluasi one-group pretest–posttest. Intervensi meliputi sosialisasi, penyuluhan interaktif menggunakan media poster, leaflet, dan video, serta layanan skrining sederhana. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sepuluh butir dan dilaporkan sebagai persentase jawaban benar pada setiap butir soal. Analisis dilakukan pada tingkat butir soal menggunakan uji paired sample t-test dan Wilcoxon signed-rank dengan tingkat kemaknaan α = 5%. Hasil: Rerata persentase jawaban benar meningkat dari 56,80% ± 14,26 pada pretest menjadi 97,70% ± 2,87 pada posttest, dengan selisih 40,90 poin persentase (IK 95%: 30,32–51,48) atau peningkatan relatif sebesar 72,01%. Peningkatan tersebut bermakna secara statistik (t(9) = 8,749; p < 0,001) dengan besar efek yang sangat kuat (Cohen’s dz = 2,77) dan nilai N-gain kategori tinggi (0,95). Seluruh sepuluh butir soal mengalami peningkatan, dan lima butir mencapai persentase jawaban benar 100%. Analisis menggunakan butir soal sebagai unit evaluasi sehingga hasil menggambarkan perubahan capaian pengetahuan pada setiap topik edukasi. Kesimpulan: Penyuluhan SIKAT TB efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai tuberkulosis, terutama pada materi yang sebelumnya memiliki tingkat penguasaan lebih rendah. Keberlanjutan program perlu didukung melalui penguatan kader kesehatan, pengulangan edukasi secara berkala, serta penguatan keterhubungan antara masyarakat dan layanan kesehatan primer untuk mendukung penemuan kasus aktif.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

jamsi

Publisher

Subject

Humanities Economics, Econometrics & Finance Education Engineering Public Health

Description

Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) ...