This Author published in this journals
All Journal RUMI
Khansa Kamalia
Universitas Sriwijaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pola Makan Tinggi Indeks Glikemik dengan Kejadian Nyeri Muskuloskeletal Pada Dokter Gigi Arwan Bin Laeto; Budi Santoso; Khansa Kamalia; Eka Febri Zulissetiana; Alfian Hasbi
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (April)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri muskuloskeletal merupakan gangguan fungsi sistem otot yang dipicu oleh aktivasi nosiseptor perifer otot dan jaringan ikat, yang kemudian respon persepsi nyeri. Data kesehatan menunjukkan kejadian nyeri muskuloskeletal tercatat tinggi, yang disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pola makan tinggi indeks glikemik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pola makan tinggi indeks glikemik dengan kejadian nyeri muskuloskeletal. Penelitian menggunakan metode studi analitik onservasional dengan desai cross sectional. Sampel penelitian adalah dokter gigi di daerah Kota Prabumulih berjumlah 45 orang, menggunakan teknik consecutive sampling. Data penelitian dikumpulkan menggunakan Nordic Body Map dan Food Frequency Questionnaire dan dianalisis menggunakan uji Chi-square menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat nyeri muskuloskeletal yang paling banyak dialami dokter gigi adalah risiko sedang dan pola makan tinggi indeks glikemik dominan kategori tinggi. Berikutnya, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pola makan tinggi indeks glikemik dengan kejadian nyeri muskuloskeletal pada dokter gigi (p=0,034). Kesimpulannya, pola makan tinggi indeks glikemik dapat mempengaruhi kejadian nyeri muskuloskeletal pada dokter gigi, sehingga disarankan untuk mengurangi faktor risiko saat bekerja yang berpotensi memperparah nyeri muskuloskeletal tersebut dan mengubah pola makan yang lebih sehat.