Vytha Aulia Dasuki
Universitas Negeri Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Spiritual Bypass Pada Mahasiswa Muslim: Studi Kualitatif Fenomenologi Tentang Peran Ibadah Dalam Merespons Masalah Psikologis Vytha Aulia Dasuki; Afait Rahim; Ahmad Albianto; Abdul Fadhil
RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 5 (2026): RUMI (Rumah Ilmiah Jurnal Multidisiplin) (Oktober)
Publisher : RUMI: Rumah Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena spiritual bypass pada mahasiswa Muslim, yaitu kecenderungan menggunakan praktik ibadah Islam sebagai cara untuk menghindar, alih-alih menghadapi masalah psikologis yang mendasar. Meningkatnya krisis kesehatan mental di kalangan dewasa muda secara global, dikombinasikan dengan peran sentral agama dalam komunitas Muslim, menciptakan dinamika psikologis yang unik di mana keterlibatan spiritual yang tulus dapat tercampur dengan penghindaran defensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan pengalaman hidup mahasiswa Muslim yang mengalami spiritual bypass serta memahami bagaimana ibadah berfungsi, sebagai koping autentik, pertumbuhan spiritual, ataukah sebagai mekanisme penghindaran psikologis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif fenomenologis dengan desain tinjauan literatur integratif. Sumber data dikumpulkan dari jurnal-jurnal ilmiah terindeks yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025, yang dapat diakses melalui basis data PubMed, Google Scholar, Frontiers in Psychology, dan DOAJ. Temuan menunjukkan bahwa spiritual bypass merupakan fenomena klinis yang diakui dalam konteks Muslim, dengan dua dimensi utama: penghindaran psikologis (psychological avoidance) dan spiritualisasi (spiritualizing). Faktor-faktor yang memungkinkan terjadinya spiritual bypass meliputi stigma kesehatan mental dalam komunitas Muslim, tabu budaya terhadap bantuan profesional, dan konstruksi normatif yang memandang segala tekanan sebagai ujian spiritual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ibadah memiliki potensi ganda: dapat menjadi sumber ketahanan dan kesejahteraan yang autentik, sekaligus dapat berfungsi sebagai mekanisme pertahanan yang menunda penyembuhan psikologis yang sesungguhnya. Integrasi psikologi pastoral Islam dengan pendekatan kesehatan mental berbasis bukti direkomendasikan sebagai strategi intervensi yang responsif secara kultural bagi mahasiswa Muslim yang mengalami tekanan psikologis.
Pendampingan Pembelajaran Inklusif Berbasis Universal Design for Learning di Sekolah Kepulauan Sari Narulita; Ahmad Nur Fahmi; Khairil Ikhsan Siregar; Tri Suryani; Vytha Aulia Dasuki
PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): PRAXIS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (September)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47776/praxis.v5i1.06

Abstract

Pembelajaran inklusif di wilayah kepulauan menghadapi tantangan struktural berupa keterbatasan akses terhadap pengembangan profesional bagi guru serta belum tersedianya pendekatan pedagogi yang responsif terhadap keberagaman belajar siswa. Dengan menggunakan siklus pertama Participatory Action Research (PAR), kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memetakan kebutuhan implementasi pembelajaran inklusif berbasis Universal Design for Learning (UDL) serta memberikan pendampingan awal kepada guru di SMPN Satu Atap 01 Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Kegiatan dilaksanakan pada 12 Mei 2026 dan melibatkan 25 guru SD dan SMP melalui workshop interaktif, pengisian formulir refleksi diri terstandar sebanyak 20 item (n=19 guru), serta survei kepuasan (n=25). Analisis form refleksi menghasilkan rata-rata implementasi UDL sebesar 3,39/4,00 (84,87%), dengan 10 guru berada dalam kategori Sangat Baik (52,6%) dan 9 guru dalam kategori Baik (47,4%). Dimensi keterlibatan siswa menjadi kekuatan tertinggi (M=3,52), sementara dimensi ekspresi pemahaman siswa menjadi prioritas untuk dikembangkan (M=3,28). Evaluasi kegiatan menunjukkan tingkat kepuasan pelaksanaan sebesar 87% dan kepuasan terhadap fasilitator sebesar 93,25%. Triangulasi data mengindikasikan bahwa penerimaan positif guru terhadap workshop belum diikuti oleh praktik asesmen yang terdiferensiasi, sehingga siklus PAR berikutnya perlu difokuskan pada pendampingan asesmen alternatif berbasis kelas.