This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Nurul Paramitha
Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan dan Validasi Model Interaksi Kooperatif Berbasis Keperawatan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Mental Mahasiswa Keperawatan di Kalimantan Barat Sutrisno Sutrisno; Almumtahanah Almumtahanah; Uji Kawuryan; Kharisma Pratama; Fikri Syawal; Nurul Paramitha
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.63011

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa keperawatan menghadapi tuntutan akademik dan klinik yang dapat memengaruhi kondisi psikologis dan kesejahteraan mental. Selain faktor individual, kualitas interaksi sosial dan dukungan sebaya dapat memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam menghadapi tekanan pendidikan. Penelitian sebelumnya oleh pengusul menunjukkan adanya hubungan antara interaksi disosiatif, tingkat stres, dan kesejahteraan mental mahasiswa keperawatan di Kalimantan Barat. Temuan tersebut menjadi dasar pengembangan pendekatan yang berorientasi pada pembentukan interaksi sosial yang lebih konstruktif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan memvalidasi Model Interaksi Kooperatif Berbasis Keperawatan untuk meningkatkan kesejahteraan mental mahasiswa keperawatan di Kalimantan Barat. Metode: Penelitian menggunakan desain Research and Development. Tahapan penelitian meliputi analisis kebutuhan, focus group discussion (FGD), pengembangan model, validasi oleh lima ahli dalam dua putaran, dan uji coba terbatas menggunakan desain one-group pretest-posttest. Kesejahteraan mental diukur menggunakan WHO-5 Well-Being Index. Validitas isi model dianalisis menggunakan Content Validity Index, sedangkan perubahan skor kesejahteraan mental dianalisis menggunakan paired t-test atau Wilcoxon signed-rank test. Hasil: Analisis kebutuhan dan FGD menunjukkan kebutuhan mahasiswa terhadap komunikasi terbuka, dukungan emosional, kerja sama, dan lingkungan belajar yang saling menghargai. Model terdiri atas komponen caring, empati, komunikasi efektif, kerja sama, dan dukungan sosial. Setelah dua putaran validasi, nilai S-CVI meningkat dari 0,78 menjadi 0,98. Uji coba menunjukkan peningkatan rata-rata skor WHO-5 dari 56,80 menjadi 68,40. Kesimpulan: Model Interaksi Kooperatif Berbasis Keperawatan menunjukkan validitas isi yang baik dan berpotensi digunakan sebagai pendekatan promotif untuk mendukung kesejahteraan mental mahasiswa keperawatan. Pengujian dengan desain yang lebih kuat diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas model.