Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) MENDENGARKAN MUSIK DAN BERNYANYI PADA LANSIA Cau Kim Jiu; Wida Kuswida Bhakti; Almumtahanah Almumtahanah; Sri Ariyanti; Tri Wahyuni; Uji Kawuryan; Annisa Rahmawati; Yenni Lukita; Siti Masdah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.45116

Abstract

Dampak dari penurunan fungsi kognitif dan sensori pada lanjut usia dapat mencakup berbagai aspek, baik secara fisik, mental, maupun sosial. Secara kognitif, berdampak pada penurunan kemampuan berpikir, mengingat, dan memecahkan masalah sehingga menyebabkan gangguan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Penurunan fungsi sensori meliputi penurunan kemampuan pendengaran, penglihatan, dan persepsi sehingga menyebabkan penurunan kemampuan lansia untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar, dan menghambat komunikasi. Salah satu cara untuk mengelola situasi ini dengan menerapkan terapi aktivitas kelompok yang dilakukan oleh perawat kepada lansia dengan tujuan untuk meningkatkan daya ingat, kesehatan mental dan kemampuan bersosialisasi. Peserta kegiatan ini adalah lansia yang berjumlah 20 orang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, demonstrasi melalui kegiatan bernyanyi dan diskusi melalui cerita masa lalu. Hasil kegiatan menunjukkan para lansia terlibat secara aktif dan antusias dalam kegiatan ini serta dapat menyanyikan beberapa lagu kenangan masa lalu serta menceritakan pengalaman masa lalu yang menyenangkan. Beberapa lansia mengatakan terhibur dengan kegiatan ini dan senang bisa bernyanyi bersama-sama. Dapat disimpulkan bahwa jika kegiatan bernyanyi dan mendengarkan musik dilakukan secara rutin diharapkan dapat menstimulus fungsi kognitif, sensori dan menambah rasa percaya diri lansia dalam berinteraksi satu sama lainnya.
Pemberdayaan Orang Tua Anak Dengan Autism Spectrum Disorder Melalui Pelatihan Strategi Intervensi Berbasis Rumah (Siber-Rumah): Pengabdian Cau Kim Jiu; Sri Ariyanti; Tri Wahyuni; Usman; Uji Kawuryan; Indriani Febriyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6853

Abstract

Anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) membutuhkan stimulasi yang berkesinambungan di lingkungan keluarga untuk mendukung perkembangan komunikasi, perilaku adaptif, dan kemandirian. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas orang tua melalui Pelatihan Strategi Intervensi Berbasis Rumah (SIBER-RUMAH) dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Program dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi identifikasi kebutuhan orang tua, pelatihan teknik intervensi sederhana, praktik dan simulasi, pendampingan implementasi di rumah, serta monitoring dan evaluasi kegiatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan orang tua, observasi penerapan strategi intervensi di rumah, serta umpan balik kualitatif selama program berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan orang tua dalam memberikan stimulasi komunikasi, membangun perilaku adaptif, dan menerapkan penguatan positif secara konsisten kepada anak. Orang tua juga menunjukkan keterlibatan yang lebih aktif dalam proses pendampingan anak setelah mengikuti program SIBER-RUMAH. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan keluarga yang aplikatif, berkelanjutan, dan mudah diterapkan dalam mendukung optimalisasi perkembangan anak dengan ASD.
Pengembangan dan Validasi Model Interaksi Kooperatif Berbasis Keperawatan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Mental Mahasiswa Keperawatan di Kalimantan Barat Sutrisno Sutrisno; Almumtahanah Almumtahanah; Uji Kawuryan; Kharisma Pratama; Fikri Syawal; Nurul Paramitha
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.63011

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa keperawatan menghadapi tuntutan akademik dan klinik yang dapat memengaruhi kondisi psikologis dan kesejahteraan mental. Selain faktor individual, kualitas interaksi sosial dan dukungan sebaya dapat memengaruhi kemampuan mahasiswa dalam menghadapi tekanan pendidikan. Penelitian sebelumnya oleh pengusul menunjukkan adanya hubungan antara interaksi disosiatif, tingkat stres, dan kesejahteraan mental mahasiswa keperawatan di Kalimantan Barat. Temuan tersebut menjadi dasar pengembangan pendekatan yang berorientasi pada pembentukan interaksi sosial yang lebih konstruktif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan memvalidasi Model Interaksi Kooperatif Berbasis Keperawatan untuk meningkatkan kesejahteraan mental mahasiswa keperawatan di Kalimantan Barat. Metode: Penelitian menggunakan desain Research and Development. Tahapan penelitian meliputi analisis kebutuhan, focus group discussion (FGD), pengembangan model, validasi oleh lima ahli dalam dua putaran, dan uji coba terbatas menggunakan desain one-group pretest-posttest. Kesejahteraan mental diukur menggunakan WHO-5 Well-Being Index. Validitas isi model dianalisis menggunakan Content Validity Index, sedangkan perubahan skor kesejahteraan mental dianalisis menggunakan paired t-test atau Wilcoxon signed-rank test. Hasil: Analisis kebutuhan dan FGD menunjukkan kebutuhan mahasiswa terhadap komunikasi terbuka, dukungan emosional, kerja sama, dan lingkungan belajar yang saling menghargai. Model terdiri atas komponen caring, empati, komunikasi efektif, kerja sama, dan dukungan sosial. Setelah dua putaran validasi, nilai S-CVI meningkat dari 0,78 menjadi 0,98. Uji coba menunjukkan peningkatan rata-rata skor WHO-5 dari 56,80 menjadi 68,40. Kesimpulan: Model Interaksi Kooperatif Berbasis Keperawatan menunjukkan validitas isi yang baik dan berpotensi digunakan sebagai pendekatan promotif untuk mendukung kesejahteraan mental mahasiswa keperawatan. Pengujian dengan desain yang lebih kuat diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas model.