Chronic Kidney Disease (CKD) adalah penurunan fungsi ginjal yang diukur dengan glomerulus filtrasi (LFG) kurang dari 60 ml/min/1,73 m2 selama lebih dari 3 bulan. Salah satu cara pengobatan untuk penyakit gagal ginjal kronis dengan cara hemodialisis. Prosedur HD dilakukan berulang kali sepanjang hidup pasien, sehingga menimbulkan berbagai masalah. Salah satu masalah utama adalah nyeri akibat kanulasi jarum arteriovenosa (AV) fistula maupun kondisi medis yang menyertai. Nyeri akut merupakan pengalaman sensorik atau emosional yang berkaitan dengan kerusakan jaringan actual atau fungsional, dengan onset mendadak atau lambat dan berintensitas ringan hingga berat yang berlangsung kurang dari 3 bulan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tentang hasil penerapan terapi musik dalam mengatasi nyeri akut pada pasien Post-HD. Waktu dilakukan selama 3 hari pada tanggal 1 sampai 3 Juli 2026 selama 10 menit di setiap pertemuan. Jenis pelitian ini studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Responden dalam penelitian sebanyak 2 orang. Instrumen penelitian menggunakan alat ukur Numerik rating Scale (NRS) dengan pengujian pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan nilai pre-test skala nyeri 6 (nyeri sedang) dan post-test skala nyeri 2 (nyeri ringan), untuk pasien 2 nilai pre-test skala nyeri 5 (nyeri sedang) dan post-test skala nyeri 2 (nyeri ringan). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terapi musik dapat menurunkan tingkat nyeri pada pasien CKD Post-HD dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan medikal bedah, serta perlu dikembangkan lebih lanjut dengan jumlah responden yang lebih banyak dan durasi intervensi yang lebih lama