Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Preventif Penularan HIV/AIDS Melalui Implementasi Model Health-Gamification Bagi Remaja di Kecamatan Banjarmasin Barat, Kelurahan Telaga Biru Tahun 2026 Rima Diaty; Muhammad Fikri Rayendra
Abdimas Galuh Vol 8, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i2.24752

Abstract

Meningkatnya jumlah kasus HIV/AIDS di kalangan remaja di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan, membutuhkan strategi pendidikan yang kreatif. Metode tradisional sering dianggap terlalu formal dan membuat diskusi tentang kesehatan reproduksi tetap menjadi pembicaraan yang sensitif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang pencegahan HIV/AIDS dengan menggunakan cara yang interaktif. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Telaga Biru, Kecamatan Banjarmasin Barat, pada tahun 2026 dengan melibatkan 32 peserta remaja. Intervensi menggunakan pendekatan digital health-gamification yang menggabungkan materi pendidikan dengan fitur kuis interaktif serta alat pre-test dan post-test yang berbasis pada Google Form. Hasil analisis menunjukkan peningkatan signifikan pada rata-rata pengetahuan peserta, yaitu sebesar 37,5%. Nilai rata-rata kelas naik dari 63,4 saat pre-test menjadi 81,6 saat post-test, dengan pencapaian nilai tertinggi mencapai 100. Pendekatan health-gamification terbukti sangat efektif dalam mempercepat pemahaman, terutama untuk peserta dengan pengetahuan awal yang paling rendah, yang berhasil meningkatkan nilai dari 20 menjadi 90. Elemen permainan, papan peringkat, serta umpan balik instan mampu mengurangi beban kognitif dan meningkatkan semangat remaja dalam mempelajari topik kesehatan. Pelaksanaan model health-gamification terbukti berhasil dalam meningkatkan pemahaman kognitif remaja terhadap pencegahan HIV/AIDS. Metode ini direkomendasikan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai alternatif dalam promosi kesehatan remaja dan perlu dikembangkan untuk mengevaluasi perubahan sikap serta perilaku nyata di masa mendatang.