Grup Facebook “Fantasi Sedarah” yang terungkap pada Mei 2025 memuat konten eksplisit tentang ketertarikan seksual terhadap anggota keluarga sendiri dan memicu perhatian luas media. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana majalah daring Magdalene.co, yang berperspektif feminis dan progresif, membingkai isu tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki pada struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris, serta teori konstruksi sosial Berger dan Luckmann sebagai landasan penafsiran. Objek penelitian adalah dua artikel yang terbit pada 20–21 Mei 2025, yaitu “‘Fantasi Sedarah’ dan Kekerasan yang Kita Diamkan” dan “Menyelami Fakta Inses, Topik Obrolan Grup Facebook ‘Fetish Sedarah’”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Magdalene.co secara konsisten membingkai isu ini sebagai kekerasan seksual yang bersifat struktural, bukan sekadar perilaku menyimpang individu. Artikel pertama bersifat argumentatif dan kritis, menempatkan negara, platform digital, dan budaya patriarki sebagai pihak yang abai. Artikel kedua bersifat edukatif dan berbasis data, berfokus pada korban serta bertumpu pada kutipan lembaga pemerintah, penelitian, dan psikolog. Dalam kerangka konstruksi sosial, kedua artikel memperlihatkan eksternalisasi nilai feminis media serta berpotensi membentuk objektivasi dan internalisasi pemaknaan pada pembaca. Magdalene.co dengan demikian tidak hanya melaporkan peristiwa, tetapi turut membentuk cara publik memahami isu ini.