This Author published in this journals
All Journal Saraweta
Zeftiyani Aprelyanti
STAI DDI Maros

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Pembelajaran PKn SD dalam Membentuk Karakter Moral Siswa Untuk Mempersiapkan Masa Depan Bangsa Zeftiyani Aprelyanti; Hadriani; Indiska paramita; Sudarmin Sudarmin
JURNAL SARAWETA Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menguraikan karakter bangsa Indonesia yang semakin hari semakin menghawatirkan. Bangsa Indonesia perlahan tapi pasti mengalami kerisis karakter bangsa, krisis karakter ini didominasi oleh generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa. penelitian ini ditunjukan untuk mengetahui peran dari pembelajaran pkn pada tingkatan sd dalam membentuk karakter moral dalam mempersiapkan masa depan bangsa. penelitian di dasarkan pada metodologi kualitatif, seperti studi pustaka atau studi literasi terhadap berbagai buku dan artikel yang berkaitan dengan topik yang sedang dibahas. Penulis mengumpulkan informasi dari makalah dan jurnal referensi situs web terkemuka. Penulis melakukan studi kepustakaan dalam penelitian ini dengan membaca, mengumpulkan, kemudian mengolah dan membuat data – data yang terkumpul sebagai bahan dari penelitian yang dilakukan. PKn mengedukasi warga negara menjadi good citizen dan smart citizen untuk bersaing pada perkembangan dunia dalam era kompetitif untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan sosial pada kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidkan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi karakter suatu bangsa. ada berbagai disiplin ilmu yang dapat membantu proses ini, termasuk pendidikan kewarganegaraan. Pendidikan kewarganegaraan berperan penting dalam pembentukan karakter warga negara yang baik. Upaya pengembangan karakter warga negara yang sesuai dengan nilai – nilai bertujuan untuk menciptakan generasi muda yang berakhlak mulia, warga negara yang aktif dalam menyampaikan aspirasinya dan memiliki karakter yang sesuai dengan nilai – nilai Pancasila, tidak hanya melalui pengetahuan kewarganegaraan, tetapi juga melalui keterampilan kewarganegaraan dan pengembangan karakter. Pendidikan kewarganegaraan juga memiliki tujuan lain, seperti mengembangan keterampilan partisipatif yang menjadikan warga negera Indonesia yang lebih aktif, kritis, cerdas, dan demokratis, serta menumbuhkan budaya demokrasi yang beradab di Indonesia.
Elemen Dasar Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar Zeftiyani Aprelyanti; sardinah dina; Salmia Salmia
JURNAL SARAWETA Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk mendeskripsikan elemen – elemen dasar pembelajaran tematik di sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan pada penyusunan artikel ini adalah studi literature atau kepustakaan yang dimana peneliti mencari referensi dari berbagai sumber seperti buku, artikel, majalah, jurnal, google scholar dan lainnya, tentunya yang terkait tentang elemen – elemen dasar pembelajaran tematik disekolah dasar. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa elemen dasar pembelajaran tematik terbagi menjadi 3 yaitu: komponen pembelajaran tematik, aktivias pembelajaran tematik, dan keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran tematik. Komponen pembeljaran tematk meliputi; bahan ajar, integrasi, kolaborasi, masyarakat sebagai sumber belajar, waktu dan pemberdayaan. Aktivitas pembelajaran tematik; keberadaan aktivitas dalam suatu pembelajaran sangatlah penting sekali. Tanpa ada aktivitas maka proses belajar tidak mungkin berlangsung dengan baik. Macam-macam kegiatan (aktivitas belajar) yang dapat dilakukan peserta didik di kelas hanya mendengar atau mencatat. Dan keterlibatan orang tua secara terperinci menjadi 6 tipe keterlibatan, yakni: parenting, komunikasi, relawan, belajar di rumah, pengambil keputusan, dan kerja sama masyarakat. Unit pemebelajaran tematik memiliki beberapa kekhasan yaitu secara khusus terdiri dari 3 elemen utama yaitu: fakta-fakta dan informasi, topik, dan tema-tema. Tema yang dikembangkan memuat topik dan fakta-fakta informasi. Oleh karena itu, pembelajaran ini bersifat ramah otak, guru harus mampu mengidentifikasi elemen-elemen lingkungan yang mungkin relavan dan dapat dioptimasi ketika berinteraksi dengan peserta didik selama proses pembelajaran.
Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Menggunakan Media Kartu Kata Bergambar Pada Siswa Kelas II Zeftiyani Aprelyanti; Mujahidah; Ahsan Taqwim
JURNAL SARAWETA Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah ditemukan bahwa guru mengalami kesulitan dalam mengajarkan siswa dalam mata pelajaran bahasa Indonesia, khususnya dalam hal kemampuan membaca, yang terlihat dari masih banyaknya siswa yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan media kartu kata bergambar dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas II UPTD SDN 234 Barambang II Kecamatan Mandai Kabupaten Maros. Jenis penelitian ini adalah penelitian PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dengan menggunakan pendekatan kualitatif, yang dilaksanakan dalam dua siklus. Yang terdiri dari empat tahap pelaksanaan yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas II dengan jumlah siswa 26 siswa terdiri 14 laki-laki dan 12 perempuan. Penelitian ini dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru kelas II, SDN 234 Barambang II Kecamatan Mandai Kabupaten Maros. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian pada siklus I berada pada kategori belum tuntas dengan persentase ketuntasan nilai hasil tes kemampuan membaca permulaan siswa yaitu 61,53% dengan jumlah siswa yang tuntas adalah 16 siswa dan siswa yang belum memenuhi ketuntasan adalah 10 siswa dengan persentase 38,46%, dan pada siklus II berada pada kategori tuntas dengan persentase76,93% hal ini menunjukkan bahwa penggunaan media kartu kata bergambar dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas II UPTD SDN 234 Barambang II Kecamatan Mandai Kabupaten Maros.