This Author published in this journals
All Journal Saraweta
Salmia Salmia
SDN 213 Inpres Sanggalea

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar: Kurikulum merdeka belajar memakai teori humanistick dan konsep dasar perkembangan zaman Mantasia; Nur Atifah; Salmia Salmia
JURNAL SARAWETA Vol 2 No 1 (2024): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang mengikuti zamannya dan mampu memberikan pengaruh besar terhadap peningkatan kualitas pendidikan. Konsep merdeka belajar merupakan perkembangan terbaru dari kurikulum yang digunakan di Indonesia saat ini. Konsep merdeka belajar berkaitan dengan teori belajar, teori belajar termasuk bagian yang tidak terpisahkan dalam proses pendidikan, salah satu teori yang ada yaitu teori belajar humanistik. Metode yang digunakan dalam artikel ini yaitu studi pustaka, Konsep merdeka belajar dan teori berlajar humanistik memiliki kemiripan, keduanya menekankan aspek kebebasan, mandiri dan fleksibilitas serta memiliki tujuan yang sama yaitu memanusiakan manusia. Kedua konsep tersebut berpandangan bahwa pembelajaran dapat berlangsung di mana saja, baik diluar kelas maupun didalam kelas. Untuk melaksanakannya diperlukan penanganan yang memberikan perhatian terhadap aspek strategis pendekatan yang tepat ketika individu belajar.
Inovasi Pembelajaran Digital Dalam Menghadapi Tantangan Pendidikan di Abad 21 Nuraeni eni; Alia Safitri; Suandi; Salmia Salmia
JURNAL SARAWETA Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran inovasi pembelajaran digital dalam mengatasi tantangan pendidikan di abad ke-21, khususnya dalam konteks pendidikan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, yang mencakup analisis berbagai artikel ilmiah, laporan kebijakan, dan studi terdahulu terkait pembelajaran digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran digital memiliki potensi besar dalam meningkatkan efektivitas dan aksesibilitas pendidikan, serta mendorong pengembangan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan kreativitas yang sangat dibutuhkan di era digital. Namun, implementasi pembelajaran digital di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, terutama ketimpangan infrastruktur dan literasi digital di daerah terpencil, yang berdampak pada kesenjangan akses dan kualitas pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan. Penelitian ini juga menemukan bahwa meskipun pembelajaran digital dapat meningkatkan keterampilan kognitif, terdapat kekhawatiran terkait pengaruhnya terhadap keterampilan sosial-emosional siswa, seperti komunikasi dan kerja sama. Untuk itu, strategi inovatif seperti model pembelajaran campuran (blended learning) dan pelatihan literasi digital bagi guru disarankan sebagai solusi dalam mengatasi tantangan tersebut. Studi ini merekomendasikan penelitian lebih lanjut untuk memahami dampak jangka panjang pembelajaran digital terhadap perkembangan karakter dan keterampilan sosial siswa. Dengan pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan, inovasi pembelajaran digital berpotensi menjadi solusi yang efektif untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Peran dan Tantangan Pendidik dalam Mewujudkan Pembelajaran Inklusif Dhea Velianantha; Rezkhy Baharuddin; Alya Rafiah; Salmia Salmia
JURNAL SARAWETA Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to understand the roles and challenges of educators in implementing inclusive education in schools. Using a qualitative method, the research involved in-depth interviews, observations, and document analysis related to educators’ experiences in addressing diverse student needs. The results show that educators play a primary role as facilitators who create inclusive learning environments where every student feels welcomed and supported. Educators employ various adaptive strategies, such as project-based learning methods and the use of visual and audio aids to adjust materials for students with special needs.However, the study also identifies several challenges, including limited access to specialized training and supporting facilities, as well as a lack of social support from the community. Many educators feel underprepared in terms of skills and resources to deliver inclusive learning effectively. Despite these challenges, educators continue to innovate by collaborating with parents, engaging in self-directed learning, and enhancing classroom management skills.The study concludes that educators play a crucial role in the successful implementation of inclusive education. Policy recommendations include increasing training opportunities, providing supporting facilities, and raising public awareness about inclusive education. Comprehensive support will assist educators in achieving effective and sustainable inclusive education
Peran Guru dalam Menerapkan Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Dasar Risnawati Azis; Wulan; Salmia Salmia
JURNAL SARAWETA Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas peran guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di sekolah dasar serta keterkaitannya dengan teori belajar dan penelitian terdahulu. Pembelajaran berdiferensiasi diakui sebagai pendekatan penting untuk memenuhi kebutuhan, minat, dan kemampuan siswa yang beragam. Guru memainkan peran utama sebagai perancang dan fasilitator pembelajaran yang dapat menyesuaikan materi dan metode dengan kebutuhan individu siswa. metode penelitian yang diguanakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu reduksi datam penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penerapan diferensiasi terbukti mendukung perkembangan kognitif dan sosial siswa melalui pengalaman belajar yang sesuai dengan tahap perkembangan dan interaksi sosial yang bermakna. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa penerapan diferensiasi menghadapi tantangan, terutama dalam hal keterbatasan pelatihan, waktu, dan sumber daya bagi guru. Banyak guru di Indonesia mengalami kesulitan dalam memahami dan mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi secara efektif karena faktor-faktor tersebut. Untuk mencapai keberhasilan implementasi, penelitian ini merekomendasikan adanya dukungan kebijakan yang lebih fleksibel, pelatihan khusus bagi guru, dan ketersediaan sumber daya pendidikan yang memadai. Dengan dukungan ini, guru dapat lebih efektif dalam memenuhi kebutuhan belajar siswa yang beragam, sehingga tercipta lingkungan belajar yang inklusif dan optimal di sekolah dasar.  
Teknik Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar Hadriani Hadriani; Fadilah Fadilah; Salmia Salmia
JURNAL SARAWETA Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran tematik ialah untuk membantu meningkatkan dan memperluas kemampuan setiap siswa untuk menyelesaikan segala masalah pembelajaran. Berbasis aspek penunjang, salah satunya ialah teknik pembelajaran yang dikuasi oleh pendidik. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menggambarkan proses pembelajaran yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar. Jenis penelitian ini menggunakan studi literatur atau studi Pustaka Pertama-tama peneliti merumuskan masalah penelitian, kemudian dilanjutkan dengan menelusuri jurnal elektronik melalui googel schoolar. Hasil penelitian tentang teknik pembelajaran ditentukan berdasarkan metode yang digunakan, dan metode disusun berdasarkan pendekatan yang dipakai. Dengan kata lain pendekatan menjadi dasar penentuan metode, dari metode dapat ditentukan teknik. Karena itu, teknik pembelajaran yang digunakan guru dapat bervariasi. Teknik pembelajaran yang digunakan guru tergantung pada kemampuan guru itu mencari akal atau siasat agar proses belajar mengajar dapat berjalan lancar dan berhasil dengan baik.
Elemen Dasar Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar Zeftiyani Aprelyanti; sardinah dina; Salmia Salmia
JURNAL SARAWETA Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk mendeskripsikan elemen – elemen dasar pembelajaran tematik di sekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan pada penyusunan artikel ini adalah studi literature atau kepustakaan yang dimana peneliti mencari referensi dari berbagai sumber seperti buku, artikel, majalah, jurnal, google scholar dan lainnya, tentunya yang terkait tentang elemen – elemen dasar pembelajaran tematik disekolah dasar. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa elemen dasar pembelajaran tematik terbagi menjadi 3 yaitu: komponen pembelajaran tematik, aktivias pembelajaran tematik, dan keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran tematik. Komponen pembeljaran tematk meliputi; bahan ajar, integrasi, kolaborasi, masyarakat sebagai sumber belajar, waktu dan pemberdayaan. Aktivitas pembelajaran tematik; keberadaan aktivitas dalam suatu pembelajaran sangatlah penting sekali. Tanpa ada aktivitas maka proses belajar tidak mungkin berlangsung dengan baik. Macam-macam kegiatan (aktivitas belajar) yang dapat dilakukan peserta didik di kelas hanya mendengar atau mencatat. Dan keterlibatan orang tua secara terperinci menjadi 6 tipe keterlibatan, yakni: parenting, komunikasi, relawan, belajar di rumah, pengambil keputusan, dan kerja sama masyarakat. Unit pemebelajaran tematik memiliki beberapa kekhasan yaitu secara khusus terdiri dari 3 elemen utama yaitu: fakta-fakta dan informasi, topik, dan tema-tema. Tema yang dikembangkan memuat topik dan fakta-fakta informasi. Oleh karena itu, pembelajaran ini bersifat ramah otak, guru harus mampu mengidentifikasi elemen-elemen lingkungan yang mungkin relavan dan dapat dioptimasi ketika berinteraksi dengan peserta didik selama proses pembelajaran.
Kajian Teori Pembelajaran dalam Implementasi Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar Mutiara Suci; Wahdatun Istiqamah; Salmia Salmia
JURNAL SARAWETA Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori yang mendasari pembelajaran tematik disekolah dasar sangat penting sebab dalam proses pembelajaran para pendidik perlu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna. Tujuan dari artikel ini ialah untuk menjelaskan terdapat beberapa teori yang mendasari pembelajaran tematik disekolah dasar. Jenis penelitian yang digunakan pada penyusunan artikel ini ialah studi literatur atau kepustakaan yang dimana peneliti mencari referensi dari berbagai sumber seperti buku, makalah, artikel, jurnal, internet, google scholar dan lainnya, tentunya yang terkait tetang teori yang mendasari pembelajaran tematik. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa pembelajaran tematik sering disebut dengan pembelajaran terpadu. Hal ini karena pembelajaran tematik itu menjadi salah satu model pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran yang dapat memberikan pengalaman bermakna bagi siswa serta meningkatkan kecerdasan kogitifnya, oleh karena itu terdapat beberapa teori yang mendasari pembelajaran tematik yang dimana teori-teori tersebut saling berhubungan dan mendukung untuk mengembangkan dan meningkatkan proses pembelajaran dikelas khususnya pada pelajaran tematik, teori-teori tersebut ialah teori perkembangan jean piaget, teori pembelajaran konstruktivisme, teori vygotsky, teori bandura, dan teori belajar bruner. Teori-teori inilah yang menjadi dasar untuk mengimplementasikan pembelajaran tematik, dan untuk memenuhi kebutuhan siswa dalam proses belajar. Kata Kunci: Teori dasar, Pembelajaran Tematik.
Model Integrated Dalam Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar arnisya arnisya; dewi kumala; Salmia Salmia
JURNAL SARAWETA Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah pembelajaran di lakukan agar siswa dapat mengetahui cara memadukan berbagai mata pelajaran atau bidang studi dengan menggunakan tema tertentu. Tujuan tersebut kemudian diulas atau dielaborasi dari berbagai sudut pandang baik dari pandangan ilmu pengetahuan sosial, ilmu pengetahuan alam, humaniora maupun agama, sehingga memberikan pengalaman bermakna bagi anak didik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model integrated memberikan berbagai manfaat bagi siswa, seperti meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan berpikir kritis, dan daya ingat. Selain itu, pembelajaran terpadu juga mendorong keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran dan mengembangkan kemampuan kolaboratif. Namun, tantangan yang dihadapi dalam penerapan model integrated di sekolah dasar meliputi kurikulum yang terfragmentasi, pengelolaan waktu yang efektif, serta pemilihan strategi dan metode yang tepat. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran terpadu perlu menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan efektivitas pembelajaran terpadu di sekolah dasar. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pendekatan pembelajaran terpadu di sekolah dasar dan menjadi acuan bagi para pendidik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Implementasi Model Pembelajaran Tematik Terpadu di Sekolah Dasar Nisa Annisa febrianti; Rahmat Aziz; Salmia Salmia
JURNAL SARAWETA Vol 3 No 1 (2025): Jurnal Saraweta
Publisher : LPPM IAI DDI Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari beberapa karakteristik, landasan pembelajaran tematik, prinsip pembelajaran tematik, dan rambu-rambu pembelajaran tematik yang membedakannya dengan pendekatan pembelajaran lain. Penelitian ini merupakan penelitian karya sastra melalui analisis dokumen berupa studi pustaka. Pembelajaran tematik adalah salah satu bentuk atau model dari pembelajaran terpadu, yaitu model terjala (webbed). Hasil dari penelitian ini adalah anak usia sekolah / 6-12 tahun disebut masa sekolah, karena anak sudah menamatkan taman kanak-kanak sebagai lembaga persiapan bersekolah yang sebenarnya. Disebut masa matang untuk belajar, Karena anak sudah berusaha untuk mencapai sesuatu, tetapi, perkembangan aktivitas bermain yang hanya bertujuan untuk mendapatkan kesenangan pada waktu melakukan aktivitas itu sendiri. Maka dari itu penelitian ini mngkaji rancangan pembelajaran tematik yang diterapkan di sekolah dasar.