Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Siswa SDN 04 Bintan Utara melalui Sosialisasi Gemar Makan dan Kenali Ikan Dinda Rolisti; Briggita Angelica Manalu; Yesica Natalia Sinaga; Suhardi Suhardi; Armeliani Armeliani; Selvi Aulya Salsa; Rama Yanti P. Marbun; Maulana Afriandi; Briean Sandika Arjuna; Sendy Septyadi; Adam Fernando
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : AMIK Veteran Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v6i3.13178

Abstract

Community service activities through the “Gemar Makan dan Kenali Ikan” (Love Eating Fish and Get to Know Fish) socialization program were conducted to increase elementary school students’ knowledge of fish species, nutritional content, and the benefits of fish consumption, as well as to introduce the maritime potential of the Riau Islands. The activity was conducted at SDN 004 Bintan Utara and involved 72 fourth-grade students. The method used was interactive education through material delivery, question-and-answer sessions, discussions, educational games, and evaluation using pre-tests and post-tests. The evaluation results showed that the students’ average scores increased from 67.92 in the pre-test to 84.17 in the post-test, representing an increase of 16.25 points. The N-Gain analysis resulted in a score of 0.51, which falls into the moderate category. These results indicate that the “Gemar Makan dan Kenali Ikan” socialization program can improve students’ knowledge of fish species, nutritional content, and the benefits of fish consumption. The activity also introduced students to the diversity of local fisheries resources in the Riau Islands. Therefore, “Gemar Makan dan Kenali Ikan” can serve as an educational approach to increasing students’ knowledge of fish and maritime resources from an early age in a sustainable and enjoyable manner.
Analisis Fenomena Perdagangan Gelap Berkedok Pariwisata di Kepulauan Riau: Sebuah Kajian Kriminalitas Ismha Mardhati; Cahaya Varas Simanjuntak; Armeliani Armeliani
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14193

Abstract

Wilayah perbatasan Kepulauan Riau memiliki posisi strategis dalam aktivitas perdagangan dan pariwisata, tetapi kondisi geografis serta tingginya mobilitas masyarakat dan wisatawan juga membuka peluang bagi terjadinya perdagangan gelap. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena perdagangan gelap yang memanfaatkan sektor pariwisata di Kepulauan Riau, meliputi modus operandi, faktor lemahnya pengawasan, keterlibatan aktor lokal, serta strategi pencegahannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa jurnal ilmiah, buku, dan berita serta data primer melalui wawancara semi-terstruktur dengan aparat penegak hukum dan masyarakat sekitar. Data dianalisis melalui reduksi data, kategorisasi, triangulasi sumber, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku memanfaatkan penyamaran sebagai wisatawan, penggunaan kapal mewah, infrastruktur pariwisata, serta teknik ship-to-ship transfer untuk menghindari pemeriksaan di pelabuhan resmi. Lemahnya pengawasan perbatasan, keberadaan pelabuhan tikus, keterbatasan sumber daya aparat, serta celah dalam sistem pariwisata menjadi faktor yang mendukung aktivitas tersebut. Selain itu, keterlibatan aktor lokal melalui pemberian informasi, pemanfaatan fasilitas pariwisata, pemalsuan identitas, dan praktik suap turut memperkuat jaringan perdagangan ilegal. Pencegahan memerlukan penguatan pengawasan berbasis teknologi, penegakan hukum, sistem pengaduan, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi antara pemerintah, aparat, pelaku usaha pariwisata, masyarakat, serta negara tetangga. Dengan pendekatan terintegrasi dan berkelanjutan, sektor pariwisata di Kepulauan Riau diharapkan dapat berkembang secara aman, legal, dan berkelanjutan.