Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Kepala Sekolah dalam Implementasi Sistem Informasi Manajemen untuk Meningkatkan Pelayanan Pendidikan di SMP Negeri 1 Tigi, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah Martinus Pekei; Budiyanto Budiyanto
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 10 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian (Issue in Progres)
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i10.6209

Abstract

Implementasi sistem informasi manajemen (SIM) di sekolah tidak hanya bergantung pada ketersediaan aplikasi dan perangkat teknologi, tetapi juga pada kepemimpinan kepala sekolah dalam mengarahkan perencanaan, pengorganisasian sumber daya, pengendalian mutu data, serta pemanfaatan informasi untuk peningkatan layanan pendidikan. Artikel ini bertujuan menganalisis peran kepala sekolah dalam implementasi SIM untuk meningkatkan pelayanan pendidikan di SMP Negeri 1 Tigi, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui kajian pustaka dan analisis dokumen. Sumber data mencakup profil resmi satuan pendidikan, kebijakan nasional tentang sistem pendidikan, standar pengelolaan, penugasan kepala sekolah, pelindungan data pribadi, portal Data Pokok Pendidikan, Rapor Pendidikan, serta artikel ilmiah yang relevan. Data dianalisis melalui reduksi, pengelompokan tema, interpretasi, dan penarikan simpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepala sekolah perlu menjalankan tujuh peran utama, yaitu sebagai perumus visi digital, pengarah tata kelola data, pengorganisasi sumber daya, pengembang kompetensi pengguna, pengendali mutu dan keamanan data, pengambil keputusan berbasis informasi, serta penghubung layanan antara sekolah, pemerintah, peserta didik, dan orang tua. Implementasi SIM yang dipimpin secara efektif berpotensi meningkatkan kecepatan, ketepatan, transparansi, keterlacakan, dan responsivitas pelayanan pendidikan. Tantangan utama mencakup keterbatasan konektivitas, ketergantungan pada operator, variasi literasi digital, disiplin pemutakhiran data, integrasi antaraplikasi, serta pelindungan data peserta didik. Artikel ini merekomendasikan penerapan siklus kepemimpinan SIM yang meliputi pemetaan kebutuhan, penetapan standar data, pembagian peran, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan perbaikan berkelanjutan.
Peran Operator Sekolah dalam Akurasi Manajemen Data Pendidikan di Kabupaten Deiyai: Tantangan dan Solusi Era Digital Martinus Pekei; Gunarti Dwi Lestari; Wiwin Yulianingsih
Inkubis : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 8 No. 3 (2026): INKUBIS Jurnal Ekonomi Dan Bisnis
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59261/inkubis.v8i3.452

Abstract

Latar belakang : Transformasi digital menjadikan data penting dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, dan pengambilan keputusan pendidikan. Karena itu, akurasi Dapodik menjadi prasyarat kebijakan yang tepat sasaran. Tujuan : Penelitian ini mendeskripsikan kondisi data pendidikan Kabupaten Deiyai semester genap 2025/2026, menganalisis peran operator sekolah, mengidentifikasi tantangan pengelolaan data, serta merumuskan solusi peningkatan kualitas data. Metode : Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi dokumentasi dari Portal Dapodik dan Referensi Data Kemendikdasmen pada jenjang PAUD, DIKMAS, SD, SMP, SMA, dan SMK. Hasil : Kabupaten Deiyai memiliki 114 satuan pendidikan, terdiri atas 31 PAUD, 5 DIKMAS, 57 SD, 12 SMP, 6 SMA, dan 3 SMK; sebanyak 75,4% terkonsentrasi di Distrik Tigi dan Tigi Barat. Progres sinkronisasi Dapodik per 11 Juli 2026 mencapai 92,2%, tetapi belum menjamin akurasi data. Kualitas data juga dipengaruhi kelengkapan, validitas, konsistensi, kemutakhiran, dan kesesuaian dengan kondisi lapangan. Operator berperan penting dalam pengumpulan, verifikasi, pemutakhiran, dan pengendalian mutu data, namun menghadapi kendala jaringan, listrik, perangkat, kompetensi digital, rangkap tugas, dan koordinasi. Kesimpulan : Model DATA DEIYAI dirumuskan sebagai kerangka penguatan tata kelola data melalui layanan operator berbasis distrik, pelatihan berkelanjutan, operator cadangan, audit berkala, dan koordinasi lintas instansi untuk mewujudkan Dapodik yang akurat, mutakhir, dan bermanfaat bagi kebijakan pendidikan.