Erindah Dimisyqiyani
Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

The effect of financial literacy on financial management behavior among non-economic vocational students: Evidence from digital office management students Ricka Irkhatul Aini; Muhammad Daffa Cahya Putra Hariono; Amaliyah Amaliyah; Erindah Dimisyqiyani; Gagas Gayuh Aji; Rizky Amalia Sinulingga
Novera: Journal of Economics and Business Vol. 1 No. 2 (2026): Novera: Journal of Economics and Business
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/zrk91f55

Abstract

Financial literacy is important for university students because the ability to understand and manage finances may influence how they make financial decisions in everyday life. This study aims to analyze the effect of financial literacy on the financial management behavior of students in the Digital Office Management program at Universitas Airlangga. A quantitative associative study was conducted with 64 students from the 2024–2025 cohorts selected through purposive sampling, with data collected using a questionnaire and analyzed using simple linear regression. Financial literacy had a positive and significant effect on financial management behavior (B = 0.283; t = 3.580; p < 0.001), with an R² of 0.171, indicating that financial literacy explained 17.1% of the variance in financial management behavior. This finding contributes to the development of research on financial behavior among non-economic vocational students and highlights the importance of strengthening financial literacy to support students’ financial management practices. Abstrak Literasi keuangan menjadi penting bagi mahasiswa karena kemampuan memahami dan mengelola keuangan dapat memengaruhi cara mereka mengambil keputusan finansial dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku manajemen keuangan mahasiswa D4 Manajemen Perkantoran Digital Universitas Airlangga. Penelitian kuantitatif asosiatif dilakukan terhadap 64 mahasiswa angkatan 2024–2025 yang dipilih menggunakan purposive sampling, dengan data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku manajemen keuangan (B = 0,283; t = 3,580; p < 0,001), dengan R² = 0,171, yang menunjukkan bahwa literasi keuangan menjelaskan 17,1% variasi perilaku manajemen keuangan. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan kajian perilaku keuangan mahasiswa vokasi non-ekonomi dan menunjukkan pentingnya penguatan literasi keuangan dalam mendukung pengelolaan keuangan mahasiswa.
From consumption space to productivity space: The effects of service quality and facilities on Generation-Z customer loyalty at Kopi Kenangan Surabaya Fiyanka Amelia Putri; Erva Nur Aidah; Amaliyah Amaliyah; Erindah Dimisyqiyani; Gagas Gayuh Aji; Rizky Amalia Sinulingga
Novera: Journal of Economics and Business Vol. 1 No. 2 (2026): Novera: Journal of Economics and Business
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/ey36bm44

Abstract

The growing use of coffee shops as productivity spaces among Generation-Z makes service quality and facilities increasingly important in shaping customer loyalty. This study aims to analyze the effects of service quality and facilities on Generation-Z customer loyalty at Kopi Kenangan Surabaya as a productivity space. A quantitative survey was conducted with 80 Generation-Z consumers selected through purposive sampling, using a Likert-scale questionnaire and multiple linear regression analysis with IBM SPSS. The results show that service quality has no significant effect on customer loyalty (β = 0.181, p = 0.114), whereas facilities have a positive and significant effect (β = 0.456, p < 0.001). Simultaneously, service quality and facilities significantly affect customer loyalty, with an R² of 0.335. These findings indicate that facilities play a more decisive role in Generation-Z loyalty when coffee shops are used as productivity spaces, suggesting that productivity-supporting facilities should be prioritized to retain customers. Abstrak Perkembangan coffee shop sebagai ruang produktivitas bagi Generasi-Z menjadikan kualitas layanan dan fasilitas semakin penting dalam membentuk loyalitas konsumen. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas layanan dan fasilitas terhadap loyalitas konsumen Generasi-Z pada Kopi Kenangan Surabaya sebagai ruang produktivitas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 80 konsumen Generasi-Z yang dipilih dengan purposive sampling, dengan pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert dan analisis regresi linear berganda menggunakan IBM SPSS. Hasil menunjukkan bahwa kualitas layanan tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen (β = 0,181, p = 0,114), sedangkan fasilitas berpengaruh positif dan signifikan (β = 0,456, p < 0,001). Secara simultan, kualitas layanan dan fasilitas berpengaruh signifikan terhadap loyalitas dengan R² sebesar 0,335. Temuan ini menunjukkan bahwa fasilitas lebih menentukan loyalitas Generasi-Z dalam penggunaan coffee shop sebagai ruang produktivitas, sehingga penyediaan fasilitas yang mendukung aktivitas kerja dan belajar perlu menjadi prioritas.
The effect of reward on achievement motivation: A study of Airlangga University students participating in academic and nonacademic competitions Naura Salsabila; Arya Risqi Niko Pratama; Amaliyah Amaliyah; Erindah Dimisyqiyani; Gagas Gayuh Aji; Rizky Amalia Sinulingga
Eduvista: Journal of Education and Innovation Vol. 1 No. 2 (2026): Eduvista: Journal of Education and Innovation
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/2f86hm33

Abstract

Student achievement in academic and nonacademic competitions is shaped not only by individual capability but also by external support, one form of which is reward. This study aims to examine the effect of reward on the achievement motivation of Airlangga University students participating in academic and nonacademic competitions. The study employed a quantitative associative approach with a purposive sampling technique. Data were collected through a five-point Likert-scale questionnaire administered to 86 students who had participated or were currently participating in academic and/or nonacademic competitions and were analyzed using simple linear regression. The results show that reward has a significant effect on achievement motivation (t = 3.323; p = 0.001), with R = 0.341 and R² = 0.116. Reward explains 11.6% of the variance in achievement motivation, while the remaining 88.4% is explained by factors outside the research model. These findings indicate that reward is one of the external factors associated with students’ achievement motivation in competitive settings. Abstrak Prestasi mahasiswa dalam kompetisi akademik dan nonakademik bukan semata hasil dari kapasitas individu, melainkan juga dipengaruhi oleh dukungan eksternal, salah satunya reward. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh reward terhadap motivasi berprestasi mahasiswa Universitas Airlangga dalam mengikuti kompetisi akademik dan nonakademik, menggunakan metode kuantitatif asosiatif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin dari 86 mahasiswa yang memiliki pengalaman mengikuti kompetisi akademik dan/atau nonakademik, lalu dianalisis dengan regresi linear sederhana. Hasil penelitian mengonfirmasi bahwa reward berpengaruh signifikan terhadap motivasi berprestasi (t = 3,323; p = 0,001), dengan nilai R sebesar 0,341 dan R² sebesar 0,116. Kontribusi reward terhadap variasi motivasi berprestasi tercatat sebesar 11,6%, sedangkan 88,4% sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa reward merupakan salah satu faktor eksternal yang berperan dalam motivasi berprestasi mahasiswa saat berkompetisi.  
Between organization and academics: The effect of organizational workload on students’ academic performance in Surabaya’s higher education institutions Diffa Salsabilla Maulidina; Verycha Nailah Asari; Amaliyah Amaliyah; Erindah Dimisyqiyani; Gagas Gayuh Aji; Rizky Amalia Sinulingga
Eduvista: Journal of Education and Innovation Vol. 1 No. 2 (2026): Eduvista: Journal of Education and Innovation
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/gj3sd069

Abstract

Organizational workload may increase students’ demands in terms of time, responsibility, and activities, potentially affecting their academic performance. This study aims to analyze the effect of organizational workload on students’ academic performance in higher education institutions in Surabaya. A quantitative approach with a causal associative design was employed using purposive sampling involving 66 active students who were currently or previously involved in student organizations at higher education institutions in Surabaya. Data were collected through a five-point Likert-scale questionnaire and analyzed using validity, reliability, classical assumption, simple linear regression, Pearson correlation, t-test, and coefficient of determination analyses. The results indicate that organizational workload has no significant effect on academic performance (r = 0.072; p = 0.567), with a coefficient of determination of 0.005 or 0.5%. These findings indicate that organizational workload is not a primary factor explaining students’ academic performance. This study contributes empirical evidence on the relationship between organizational workload and academic performance among university students in Surabaya. Abstrak Beban kerja organisasi dapat menambah tuntutan waktu, tanggung jawab, dan aktivitas mahasiswa sehingga berpotensi berkaitan dengan kinerja akademik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh beban kerja organisasi mahasiswa terhadap kinerja akademik mahasiswa di perguruan tinggi Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal melalui purposive sampling terhadap 66 mahasiswa aktif yang sedang atau pernah mengikuti organisasi mahasiswa di perguruan tinggi Surabaya. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima tingkat dan dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear sederhana, korelasi Pearson, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil menunjukkan bahwa beban kerja organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja akademik (r = 0,072; p = 0,567), dengan koefisien determinasi sebesar 0,005 atau 0,5%. Temuan ini menunjukkan bahwa beban kerja organisasi bukan faktor utama yang menjelaskan kinerja akademik mahasiswa. Penelitian berkontribusi dengan memberikan bukti empiris mengenai hubungan beban kerja organisasi dan kinerja akademik dalam konteks mahasiswa perguruan tinggi Surabaya.
The effect of organizational culture on student leadership skill development in student organizations at Universitas Airlangga Ficky Yulianto Tri Saputra; Nasywa Banafsaj Jahro’; Amaliyah Amaliyah; Erindah Dimisyqiyani; Gagas Gayuh Aji; Rizky Amalia Sinulingga
Societa: Journal of Society and Change Vol. 1 No. 2 (2026): Societa: Journal of Society and Change
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/zpmb7260

Abstract

Organizational culture can shape student leadership skills through experiences, interactions, and responsibilities within student organizations. This study aims to analyze the effect of organizational culture on student leadership skills in student organizations at Universitas Airlangga. A quantitative approach was employed with 100 student members of the BEM Faculty of Vocational Studies and UKM Penalaran selected through purposive sampling. The data were analyzed using descriptive statistics, validity and reliability tests, normality and linearity tests, simple linear regression, t-test, F-test, and coefficient of determination. The results indicate that organizational culture has a positive and significant effect on student leadership skills (β = 0.609; t = 7.591; p < 0.001), explaining 37% of the variance (R² = 0.370). These findings demonstrate that a strong organizational culture can provide a strategic environment for developing communication and problem-solving abilities as essential components of student leadership skills. Abstrak Budaya organisasi menjadi salah satu faktor yang berpotensi membentuk keterampilan kepemimpinan mahasiswa melalui pengalaman, interaksi, dan tanggung jawab dalam organisasi kemahasiswaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap keterampilan kepemimpinan mahasiswa pada organisasi kemahasiswaan di Universitas Airlangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 100 mahasiswa pengurus BEM Fakultas Vokasi dan UKM Penalaran yang dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji normalitas dan linearitas, regresi linear sederhana, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterampilan kepemimpinan mahasiswa (β = 0,609; t = 7,591; p < 0,001), dengan kontribusi sebesar 37% (R² = 0,370). Temuan ini menegaskan bahwa budaya organisasi yang kuat dapat menjadi lingkungan strategis untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah sebagai bagian dari keterampilan kepemimpinan mahasiswa.
Conflict management styles among Digital Office Management students at Universitas Airlangga: Examining the effect of emotional intelligence Huwayda Erza Shafalini; Shaffa Audy Azahwa Prasetya; Amaliyah Amaliyah; Erindah Dimisyqiyani; Gagas Gayuh Aji; Rizky Amalia Sinulingga
Societa: Journal of Society and Change Vol. 1 No. 2 (2026): Societa: Journal of Society and Change
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/mkxwwd96

Abstract

Conflicts in academic interactions require students to possess emotional intelligence to respond appropriately and constructively to differences. This study aims to analyze the effect of emotional intelligence on conflict management styles among students of the Digital Office Management Study Program at Universitas Airlangga. An explanatory quantitative approach was employed with 62 students selected through purposive sampling, while the data were analyzed using simple linear regression with IBM SPSS Statistics. The results show that emotional intelligence has a positive and significant effect on conflict management styles, with a regression coefficient of 0.299, a t-value of 2.687, and a significance level of 0.009. The regression model was also significant based on an F-value of 7.221 with a significance level of 0.009, although emotional intelligence explained only 10.7% of the variance in conflict management styles. This study contributes to the literature on emotional intelligence and conflict management in vocational higher education, particularly among Digital Office Management students. Abstrak Konflik dalam interaksi akademik menuntut mahasiswa memiliki kecerdasan emosional agar mampu merespons perbedaan secara tepat dan konstruktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kecerdasan emosional terhadap gaya manajemen konflik pada mahasiswa Program Studi Manajemen Perkantoran Digital Universitas Airlangga. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan 62 mahasiswa sebagai responden yang dipilih melalui purposive sampling, sedangkan data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana melalui IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap gaya manajemen konflik, dengan koefisien regresi sebesar 0,299, nilai t sebesar 2,687, dan signifikansi 0,009. Model regresi juga signifikan berdasarkan uji F sebesar 7,221 dengan signifikansi 0,009, tetapi kecerdasan emosional hanya menjelaskan 10,7% variasi gaya manajemen konflik. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian kecerdasan emosional dan manajemen konflik dalam konteks pendidikan vokasi, khususnya mahasiswa Manajemen Perkantoran Digital.
From democratic leadership to member performance: Examining their relationship in student organizations in Surabaya Estri Maulidya Elok Cahyani; Noveliza Swanda; Amaliyah Amaliyah; Erindah Dimisyqiyani; Gagas Gayuh Aji; Rizky Amalia Sinulingga
Societa: Journal of Society and Change Vol. 1 No. 2 (2026): Societa: Journal of Society and Change
Publisher : PT Bina Perfidia Akademia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67964/a5mkvz41

Abstract

Student member performance is an important aspect of organizational effectiveness, including the implementation of democratic leadership. This study aimed to examine the relationship between democratic leadership style and the performance of student organization members in Surabaya. A quantitative correlational design was employed, involving 65 students selected through purposive sampling. Data were analyzed using Pearson correlation with IBM SPSS Statistics 32. The findings revealed a positive, statistically significant, moderate relationship between democratic leadership style and member performance (r = 0.523; p < 0.001). This indicates that higher levels of democratic leadership tend to be associated with better member performance. The study contributes empirical evidence from student organizations in Surabaya and highlights the importance of shared decision-making, recognition of members’ potential, openness to feedback, and collaboration. However, the correlational design does not establish a causal relationship. Abstrak Kinerja anggota organisasi mahasiswa merupakan aspek penting dalam keberhasilan organisasi, termasuk dalam penerapan gaya kepemimpinan demokratis. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan demokratis dan kinerja anggota organisasi mahasiswa di Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 65 mahasiswa yang dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson dengan bantuan IBM SPSS Statistics 32. Hasil penelitian menunjukkan hubungan positif dan signifikan dengan kekuatan sedang antara gaya kepemimpinan demokratis dan kinerja anggota (r = 0,523; p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi penerapan gaya kepemimpinan demokratis, semakin tinggi pula kecenderungan kinerja anggota. Penelitian ini memberikan bukti empiris dalam konteks organisasi mahasiswa di Surabaya dan menyoroti pentingnya pengambilan keputusan bersama, penghargaan terhadap potensi anggota, keterbukaan terhadap masukan, serta kerja sama. Namun, desain korelasional tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.