Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas Melalui Edukasi, Demonstrasi Maggot, Penyediaan Sarana Terpilah, Dan Gotong Royong Di Kampung Magelaran Cilik Hayumi Hayumi; M. Dissha Najiah Al Yas’a; Muhammi Dzaky Putra Linsa; Erik Erik; Uswatun Nufus
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2026): Volume 05 Nomor 04 (Oktober-Desember 2026)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/nmwmd574

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga di lingkungan kampung tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan warga, tetapi juga membutuhkan sarana yang memadai dan kesediaan bertindak secara bersama-sama. Program Serang Bersih dijalankan di Kampung Magelaran Cilik, Kelurahan Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, selama periode KKM Juli 2026, dengan tujuan mengenalkan praktik pemilahan sampah sejak dari sumbernya sekaligus menyiapkan tindak lanjut yang benar-benar dapat dipakai warga. Program terdiri atas gotong royong pembersihan TPU pada 11 Juli 2026 dan sosialisasi utama pada 24 Juli 2026 di Posko KKM Kelompok 43 yang dihadiri 50 peserta, di antaranya Ketua RT Romli, Ketua RW Hilman, tokoh masyarakat Masaid, serta warga setempat. Rangkaian kegiatan mencakup identifikasi kebutuhan, edukasi melalui presentasi, demonstrasi maggot sebagai contoh pemanfaatan sampah organik, diskusi mengenai bank sampah, penempatan tempat sampah organik-anorganik di lima titik, dan gotong royong membersihkan tempat pemakaman umum. Penilaian keberhasilan dilakukan secara deskriptif dengan memperhatikan tingkat kehadiran, keaktifan dalam diskusi, pertanyaan yang diajukan peserta, dokumentasi kegiatan, serta terlaksananya tindak lanjut. Antusiasme peserta terlihat jelas saat membahas nilai ekonomi sampah, terutama mengenai bagaimana mekanisme tabungan dan penukaran sampah pada bank sampah dapat dijalankan. Luaran yang dihasilkan meliputi terselenggaranya sosialisasi, tersedianya sarana pemilahan di lima fasilitas publik, dan bersihnya area TPU berkat kerja sama warga. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi lingkungan akan lebih berdampak apabila disertai contoh konkret, sarana yang siap pakai, dan aksi kolektif. Meski demikian, evaluasi lanjutan terhadap perubahan perilaku jangka panjang tetap diperlukan untuk memastikan konsistensi pemilahan sampah di tingkat rumah tangga.