Pengembangan destinasi wisata berbasis potensi lokal menjadi strategi penting dalam meningkatkan keberlanjutan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan wisata Buntu Kandora melalui penerapan konsep manajemen destinasi berbasis Attraction, Accessibility, dan Amenity dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan Community-Based Tourism (CBT) melalui tahapan identifikasi potensi dan permasalahan, perencanaan program kolaboratif, implementasi pengembangan destinasi, pendampingan masyarakat, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan bersama pemerintah desa, kelompok sadar wisata, dan masyarakat lokal melalui penataan kawasan wisata, penyediaan informasi dan promosi digital, pengembangan fasilitas pendukung, serta peningkatan kapasitas pengelola destinasi. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kualitas daya tarik wisata, tersedianya media informasi dan dokumentasi digital, peningkatan fasilitas pendukung wisata, serta meningkatnya kapasitas masyarakat dalam pengelolaan destinasi secara mandiri. Kegiatan ini berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan pariwisata berkelanjutan melalui model kolaboratif berbasis potensi lokal.