Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manajemen Destinasi Wisata Buntu Kandora Lembang Palipu’ Kabupaten Tana Toraja melalui Penerapan Konsep 3A (Attraction, Accessibility, Amenity) Nehru Pasoloran Pongsapan; Johana Ruadjanna Tangirerung; Fajar Toba’ Tegardes; Marchelyn Pongsapan
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.940

Abstract

Pengembangan destinasi wisata berbasis potensi lokal menjadi strategi penting dalam meningkatkan keberlanjutan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan wisata Buntu Kandora melalui penerapan konsep manajemen destinasi berbasis Attraction, Accessibility, dan Amenity dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dan Community-Based Tourism (CBT) melalui tahapan identifikasi potensi dan permasalahan, perencanaan program kolaboratif, implementasi pengembangan destinasi, pendampingan masyarakat, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan bersama pemerintah desa, kelompok sadar wisata, dan masyarakat lokal melalui penataan kawasan wisata, penyediaan informasi dan promosi digital, pengembangan fasilitas pendukung, serta peningkatan kapasitas pengelola destinasi. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kualitas daya tarik wisata, tersedianya media informasi dan dokumentasi digital, peningkatan fasilitas pendukung wisata, serta meningkatnya kapasitas masyarakat dalam pengelolaan destinasi secara mandiri. Kegiatan ini berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan pariwisata berkelanjutan melalui model kolaboratif berbasis potensi lokal.
Pengaruh Pemberian Reward dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan Oada PT Prima Indo Papua di Kawasan Industri Makassar KIMA 4 Novita Fransisca; Petrus Oktavianus H; Marchelyn Pongsapan
Botani : Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis Vol. 2 No. 3 (2025): September : Botani : Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/botani.v2i3.445

Abstract

Human resources are one of the important aspects that must be managed optimally by organizations in order to provide maximum contribution to achieving company goals. In the current era of globalization, the level of competition between companies is increasingly fierce, requiring organizations to continuously improve the performance of their employees. This study focuses on two main research questions: how does reward provision affect employee performance at PT Prima Indo Papua and how does motivation provision affect employee performance at the company. The purpose of this study is to determine the extent to which rewards and motivation contribute to improving employee performance. The research variables consist of Reward (X1), Motivation (X2), and Employee Performance (Y). The research population was all 40 employees of PT Prima Indo Papua, while the research sample of 31 people was determined using a saturated sampling technique. The types of data used were primary data obtained through questionnaires and secondary data from company documents. Data analysis was carried out using a quantitative method through hypothesis testing, where the null hypothesis (Ho) was rejected if the significance value was <0.05. The results showed that reward provision had a positive and significant effect on employee performance with a significance value of 0.025 <0.05, so the alternative hypothesis (Ha1) was accepted. Similarly, the motivation variable has a positive and significant effect on employee performance with a significance value of 0.044 < 0.05, thus the alternative hypothesis (Ha2) is accepted. Thus, both rewards and motivation are proven to be important factors in improving employee performance at PT Prima Indo Papua. This study implies that company management needs to continue to pay attention to the reward and motivation systems implemented to ensure employee performance is maintained and continuously improved.  
Rekonstruksi Praktik Akuntansi Berbasis Budaya: Studi Etnoakuntansi pada Tradisi Barter di Pasar Mambunibuni, Fakfak, Papua Barat Marchelyn Pongsapan; Muh. Fachruddin; Osmar Buntu Lobo
Mandalika Journal of Business and Management Studies Vol 4 No 2 (2026): Mandalika Journal of Business and Management Studies
Publisher : Mandalika Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/mjbms.v4i2.533

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap dan merekonstruksi praktik akuntansi yang hidup dalam tradisi barter di Pasar Mambunibuni, Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, melalui perspektif etnoakuntansi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain Studi Kasus Tunggal Holistik (Single Holistic Case Study). Data diperoleh melalui wawancara semiterstruktur secara mendalam, observasi partisipatif dan dokumentasi terhadap pelaku barter, tokoh adat, pedagang, pembeli, serta pengelola pasar. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa barter tidak hanya merupakan mekanisme pertukaran antara masyarakat pesisir dan pegunungan, tetapi juga praktik sosial dan budaya yang mengandung dimensi akuntansi. Masyarakat melakukan valuasi informal berdasarkan kualitas, kuantitas, harga sebagai referensi, kebutuhan dan kesepakatan. Pengelolaan persediaan dilakukan secara intuitif melalui ingatan, pengalaman, pengamatan dan pengetahuan lokal tanpa pencatatan formal. Pertanggungjawaban transaksi dibangun melalui kepercayaan, norma sosial, kesepakatan dan hubungan kekerabatan. Falsafah Opeh Kogangandin, yang bermakna “tempat rindu saudara, tempat bertemu keluarga”, memperlihatkan fungsi pasar sebagai ruang solidaritas dan kekeluargaan. Temuan ini menegaskan bahwa akuntansi dapat hadir melalui praktik valuasi, pengelolaan sumber daya, kepercayaan dan nilai budaya lokal.