Erni Trisnasari
Departemen Pendidikan Kedokteran, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Profil Risiko K3 pada Industri Tahu Skala Mikro dan Kecil di Indonesia: Studi Cross-Sectional Siti Darifah; Luluk Hermawati; Ningrum Paramita Sari; Ekawati Rini Wulansari; Erni Trisnasari; Ade Ichwan Sulthany
Journal of Islamic Medicine Vol 10, No 2 (2026): JOURNAL OF ISLAMIC MEDICINE EDISI SEPTEMBER 2026
Publisher : Faculty of Medicine and Health Sciences, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jim.v10i2.42500

Abstract

Latar belakang:  Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada industri tahu memiliki peran penting dalam penyediaan pangan dan penciptaan lapangan kerja. Namun, proses produksi yang masih didominasi secara manual menimbulkan berbagai risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada UMKM tahu. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara singkat, dan dokumentasi. Variabel yang diamati meliputi bahaya fisik, kimia, biologis, ergonomi, dan psikososial, serta aspek keselamatan kerja. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja terpapar berbagai risiko K3, dengan bahaya dominan meliputi paparan panas dan uap, postur kerja yang tidak ergonomis, serta paparan asap pembakaran. Dari aspek keselamatan kerja, ditemukan lantai yang basah dan licin, keterbatasan penggunaan alat pelindung diri (APD), tidak adanya alat pemadam api ringan (APAR), serta belum tersedianya standar operasional prosedur (SOP) kerja yang aman. Upaya pengendalian yang ada umumnya masih sederhana dan belum diterapkan secara sistematis. Kesimpulan: UMKM tahu memiliki profil risiko K3 yang kompleks dan memerlukan penguatan penerapan K3 melalui perbaikan lingkungan kerja, edukasi, serta dukungan lintas sektor untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan pekerja.