Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemberian pakan konsentrat yang mengandung imbuhan rumput laut merah, juga dikenal sebagai rhodophytes, mempengaruhi konsumsi dan kecernaan protein kasar dan serat kasar kambing betina yang tinggal di daerah tersebut. Metode yang digunakan adalah metode percobaan menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) dengan 4 perlakuan dan 4 periode sebagai ulangan dengan perlakuan terdiri dari P0= pakan basal+konsentrat tanpa imbuhan rumput laut, P1= pakan basal+ konsentrat mengandung tepung rumput laut 1%, P2= pakan basal+konsentrat mengandung tepung rumput laut 2%, P3= pakan basal+ konsentrat mengandung tepung rumput laut 3%. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah konsumsi serat kasar dan protein kasar serta kecernaan serat kasar dan protein kasar. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam untuk mengetahui pengaruh perlakuan dan uji beda nyata terkecil untuk melihat perbedaan antar perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai rata-rata konsumsi serat kasar (g/e/h) : P0=74,96; P1=79,03; P2=85,88; P3=80,66, konsumsi protein kasar (g/e/h); P0=129,27; P1=136,66; P2=140,57; P3=124,60, kecernaan serat kasar (%) P0=38,31; P1=47,91; P2=34,95; P3=44,62 dan kecernaan protein kasar (%) P0=79,41; P1=82,64; P2=77,70; P3=81,22. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penyediaan konsentrat bersamaan dengan kompensasi rumput laut merah berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi serat kasar dan protein kasar yaitu semakin tinggi level pemberian hingga 2% akan meningkatkan konsumsi serat kasar dan protein kasar namun akan menurun pada pemberian level 3%. Namun pemberian konsentrat dengan imbuhan rumput laut merah berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kecernaan serat kasar dan protein kasar. Disimpulkan bahwa pemberian konsentrat dengan imbuhan rumput laut pada level 2% dapat meningkatkan konsumsi serat kasar dan protein kasar pada ternak kambing betina lokal dan pemberian hingga 3% akan menyebabkan penurunan konsumsi. Namun perlakuan memberikan berpengaruh yang relatif sama terhadap kecernaan serat kasar dan protein kasar.