Yon Afonda
Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rancangan PLTS Hybrid 153,6 kWp pada Main Power House Bandara I Gusti Ngurah Rai Moch Edy Saputro; Iwan Koswara; Yon Afonda
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9280

Abstract

Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali memiliki kebutuhan energi listrik yang besar dan berlangsung hampir 24 jam, sementara PLTS yang telah terpasang di bandar udara baru mencapai 188 kWp dan belum menjangkau Gedung Main Power House (MPH) sebagai pusat distribusi daya. Penelitian ini bertujuan merancang sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hybrid untuk menyuplai beban non-operasional Gedung MPH sebesar 29,917 kW dengan kebutuhan energi harian 718,008 kWh. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yang meliputi identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain menggunakan perangkat lunak PVsyst, dan perbaikan desain. Rancangan menghasilkan PLTS berkapasitas 153,6 kWp yang terdiri atas 256 modul surya monocrystalline 600 Wp, solar charge controller MPPT 300 A, inverter hybrid 200 kW, dan bank baterai VRLA 12 V 200 Ah sebanyak 731 unit (43 seri × 17 paralel), terintegrasi dengan jaringan PLN melalui Change Over Switch (COS). Hasil simulasi menunjukkan energi yang dimanfaatkan beban sebesar 251.863 kWh/tahun dari kebutuhan 262.073 kWh/tahun, dengan Solar Fraction 96,10%, Performance Ratio 75,18%, dan Loss of Load 0,0%. Sistem berpotensi mengurangi emisi karbon sebesar 214,08 ton CO₂e/tahun, dan dengan nilai investasi Rp4.254.519.000 diperoleh Payback Period 198 bulan atau sekitar 16,5 tahun. Rancangan ini dilengkapi dokumen DED, RAB, dan RKS sehingga dapat menjadi acuan penerapan PLTS hybrid dalam mendukung konsep Eco-Airport.
Monitoring Suhu Ruang UPS Berbasis IoT untuk Keandalan Airfield Lighting Bandara Ngurah Rai Purnomo; Yenni Arnas; Yon Afonda
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9281

Abstract

Suhu ruang Uninterruptible Power Supply (UPS) Main Power House (MPH) 2 Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang tidak terkendali berpotensi memicu thermal stress, mempercepat degradasi baterai VRLA, dan menurunkan keandalan suplai daya cadangan bagi Airfield Lighting (AFL) pada Precision Approach Runway Category I. Data logbook menunjukkan suhu ruang UPS mencapai 26–28 °C akibat gangguan pendingin yang terlambat terdeteksi karena pengawasan masih manual. Penelitian ini bertujuan merancang sistem monitoring suhu ruang UPS berbasis Internet of Things (IoT) yang bekerja real-time dan memberikan peringatan dini, serta mengetahui dampaknya terhadap kinerja peralatan. Metode yang digunakan adalah rancang bangun yang diawali Root Cause Analysis (RCA) 5 Whys, dilanjutkan perancangan perangkat keras, perangkat lunak, dan pengujian; metode ini dipilih karena akar masalah yang ditemukan menuntut solusi berupa alat. Sistem menggunakan sensor XY-MD02 (chip SHT20) dengan RS-485 Modbus RTU, gateway Modbus TCP/IP USR-TCP232-306, router, dan PC HMI berbasis Node-RED yang dilengkapi gauge, grafik tren, data logging .csv, alarm suara, dan notifikasi Telegram. Hasil pengujian menunjukkan akurasi pembacaan suhu rata-rata 99,5% terhadap termometer digital referensi dengan selisih maksimum 0,2 °C. Notifikasi Telegram terkirim pada seluruh skenario di atas ambang 25 °C (100%) dengan waktu respons 1–2 detik. Sistem ini menghilangkan jeda pengawasan manual dan mempercepat respons terhadap anomali suhu. Pengembangan selanjutnya disarankan menambahkan pemantauan kelembapan, pengaturan jeda notifikasi, dan analisis prediktif.