Pendahuluan : Retinopati diabetikum (RD) adalah salah satu komplikasi mikrovaskular yang dapat dialami pasien Diabetes Melitus (DM) Tipe 2. Kondisi ini dapat berkembang secara bertahap dan menyebabkan gangguan penglihatan hingga kebutaan apabila tidak ditangani secara tepat. Beberapa karakteristik pasien, seperti jenis kelamin, usia, status hipertensi, dan riwayat DM, memberikan gambaran kelompok pengidap DM Tipe 2 dengan Retinopati Diabetikum (RD). Pengamatan bertujuan menganalisis gambaran karakteristik penderita DM Tipe 2 dengan RD di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo pada Tahun 2025. Metode: Pengamatan ini ialah pengamatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan retrospektif. Statistik didapatkan berdasarkan rekam medis pasien DM Tipe 2 dengan RD di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo selama Tahun 2025. Sampel penelitian melibatkan 30 pasien sesuai dengan kriteria inklusi serta eksklusi. Statistik dianalisis secara univariat guna melihat distribusi karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin, usia, status hipertensi, dan riwayat DM Tipe 2. Hasil : Dari pasien yang diteliti, terdapat 21 sampel (70,0%) berjenis kelamin perempuan. Untuk kelompok usia, didominasi pasien dengan kisaran umur 36-59 tahun, yakni 27 orang (90,0%), sementara 3 orang (10,0%) di usia 18-35 tahun. Berdasarkan status hipertensi, total 23 orang (76,7%) mengalami hipertensi, 7 orang (23,3%) tidak mengalami hipertensi. Seluruh sampel memiliki riwayat DM Tipe 2, yaitu sebanyak 30 orang (100%). Simpulan: Pasien DM Tipe 2 dengan RD pada pengamatan ini dominasi perempuan, pada usia 36-59 tahun, serta pasien yang mempunyai hipertensi. Upaya deteksi dini, pengendalian tekanan darah, dan pemeriksaan mata secara berkala perlu dilakukan sebagai cakupan dari penangkalan serta pengendalian Retinopati diabetikum