Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Hubungan Manajemen Ketersediaan SDM Perawat dengan Tingkat Beban Kerja Perawat Luthfia Cahnaya Manangin; Sitti Rahma; Moh. Nisyar Sy. Abd. Azis
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 7 No. 6 (2025): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/gcjadn56

Abstract

This study aims to analyze the relationship between nurse human resource availability management and nurse workload levels in the inpatient ward of Kotamobagu City Hospital. A cross-sectional method with proportionate stratified random sampling was used, with a sample of 56 nurses. The results showed a relationship between nurse human resource availability management and nurse workload levels (p-value = 0.000). In conclusion, a relationship exists between nurse human resource availability management and nurse workload levels at Kotamobagu City Hospital.   Keywords: Human Resource Availability Management, Nurses, Inpatient Wards, Workload Level
Perbandingan Glukosa Darah Puasa Dengan dan Tanpa Riwayat Keluarga Diabetes Melitus Tipe 2 Medi Rahman; Sitti Rahma; Edwina Rugaiah Monayo; Yuniarty Antu; Sri Andriani Ibrahim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6172

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 memiliki prevalensi tinggi di Indonesia dengan riwayat keluarga sebagai faktor risiko genetik utama yang memengaruhi glukosa darah puasa (GDP), terutama pada mahasiswa kedokteran yang rentan stres akademik. Membandingkan GDP antara mahasiswa Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo dengan dan tanpa riwayat keluarga DM tipe 2. Studi observasional analitik cross-sectional pada 191 mahasiswa (total sampling). Instrumen meliputi glukometer fotometrik dan kuesioner Google Form. Analisis menggunakan SPSS 16.0 dengan uji t independen (p<0,05). Kelompok berriwayat keluarga (n=100) memiliki rerata GDP 97,90±10,26 mg/dL, lebih tinggi dibanding tanpa riwayat (n=91; 89,90±9,37 mg/dL) dengan t=-5,605 (p<0,001). Proporsi prediabetes 45% vs 12,1%. Kesimpulannya Riwayat keluarga signifikan meningkatkan GDP, merekomendasikan skrining rutin dan edukasi gaya hidup pada mahasiswa berisiko tinggi.
Gambaran Faktor Risiko Pada Penderita TB Paru Di Wilayah Puskesmas Kota Selatan Tahun 2025 Hana Aulia Putri; Mohamad Zukri Antuke; Nanang Roswita Paramata; Sitti Rahma; Dzul Ikram Hasanuddin
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 7 (2026): JKRI - Juni 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk Provinsi Gorontalo. Provinsi Gorontalo berada pada peringkat ke-16 nasional untuk kasus TB paru, Puskesmas Kota Selatan melaporkan 30 kasus pada tahun 2022. Kondisi tersebut menegaskan perlunya kajian lokal karena penularan TB paru dipengaruhi oleh faktor individu, perilaku, dan lingkungan. Informasi mengenai faktor risiko di wilayah ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menggambarkan faktor risiko penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Kota Selatan tahun 2025. Penelitian ini memakai desain deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sampel terdiri atas 45 responden yang ditentukan melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan hasil pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (TCM). Data dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi tiap faktor risiko. Sebagian besar responden berada pada kelompok usia dewasa 19–59 tahun sebesar 71,1% dan mayoritas berjenis kelamin perempuan sebesar 57,8%. Faktor risiko yang paling menonjol adalah kondisi fisik rumah tidak sehat, mencakup pencahayaan kurang, ventilasi alami tidak memadai, sirkulasi udara buruk, dan jenis lantai yang belum memenuhi syarat kesehatan, masing-masing sebesar 91,1%. Temuan serupa juga terlihat pada riwayat kontak dengan penderita TB, yaitu 91,1%, sedangkan kebiasaan merokok ditemukan pada 42,2% responden. Faktor risiko TB paru di wilayah kerja Puskesmas Kota Selatan berkaitan dengan lingkungan fisik rumah yang tidak sehat dan riwayat kontak dengan penderita TB. Upaya promotif dan preventif perlu diarahkan pada edukasi rumah sehat, peningkatan kewaspadaan masyarakat, penggunaan masker, perbaikan ventilasi, pembukaan jendela rutin, serta deteksi dini kontak serumah secara berkelanjutan oleh petugas puskesmas setempat secara aktif