This Author published in this journals
All Journal LEBAH
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : lebah

Penyuluhan optimalisasi lahan cetak sawah rakyat berkelanjutan melalui desain tanam padi multi-varietas berbasis hayati di Kampung Sumber Mulya Rangga Kusumah; Mani Yusuf; Rizki Adri Yohanes; Wa Ode Asryanti Wida Malesi; Anwar Anwar; Ade Kurniawan; Jefri Sembiring; Adrianus Adrianus; Rafa Maritza Miranda Hendrawan; Yosehi Mekiuw
Lebah Vol. 20 No. 1 (2026): September: Pengabdian
Publisher : IHSA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahan cetak sawah rakyat di Kampung Sumber Mulya memiliki potensi untuk mendukung peningkatan produksi padi, tetapi pemanfaatannya masih menghadapi kendala berupa teknik budidaya yang konvensional, penggunaan input yang belum optimal, serta penerapan pola tanam hambera yang menyebabkan populasi tanaman tidak seragam. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengoptimalkan lahan melalui desain tanam padi multi-varietas berbasis hayati. Kegiatan dilaksanakan di Kampung Sumber Mulya dengan melibatkan 20 peserta, terdiri atas 15 anggota Kelompok TK-PPEG Mitra Sejati dan 5 aparat kampung. Metode kegiatan meliputi survei dan sosialisasi awal, penyuluhan, demonstrasi, praktik perbanyakan mikroba, serta pembuatan pupuk organik berbasis hayati. Kegiatan pengabdian ini mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitra dalamĀ  menerapkan desain tanam padi, pembuatan pupuk organik, perbanyak Trichoderma spp, dan perbanyakan Glycodium. Keterampilan pembuatan pupuk organik meningkat dari 40% menjadi 85%, sedangkan keterampilan perbanyakan Trichoderma spp. meningkat dari 30% menjadi 80%. Pada keterampilan perbanyakan Glycodium, terjadi peningkatan dari 25% menjadi 78%, sementara keterampilan perbanyakan rizobakteri meningkat dari 35% menjadi 82%. Kemampuan peserta dalam menerapkan desain tanam padi juga meningkat dari 45% menjadi 88%. Kegiatan berikutnya disarankan berupa pendampingan penerapan di lahan, pemantauan produktivitas, evaluasi efisiensi input, serta penguatan kemandirian kelompok secara berkelanjutan.