Afifah Aulia Apriyanti
Universitas Muhammadiyah Tangerang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberian Terapi Murottal pada Pasien yang Menjalani Terapi External Counterpulsation Terhadap Status Hemodinamik dan Tingkat Nyeri Annisaa Fitrah Umara; Elly Purnamasari; Zulia Putri Perdani; Nurul Tia Sabrina; Afifah Aulia Apriyanti
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 10 (2026): Volume 8 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i10.26234

Abstract

Terapi External Counterpulsation menjadi alternatif intervensi dan memberikan efek positif pada pasien Coronary Artery Disease. Disamping manfaat yang diberikan, tindakan ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan fisik. Terapi Murottal sering menjadi pilihan untuk menurunkan nyeri dan menstabilkan hemodinamik. Tujuan untuk melihat tren status hemodinamik, dan tingkat nyeri pada pasien yang mendapat terapi ECP dengan atau tanpa mendengarkan murottal. Desain studi pilot study quasi-eksperimental dengan desain non-equivalent control group terhadap 8 orang pasien yang menjalani 16 sesi terapi ECP, dengan 3 orang mendapat terapi murottal dan 5 orang sesuai prosedur standar. Status hemodinamik meliputi tekanan darah, frekuensi jantung, frekuensi pernapasan, dan saturasi oksigen. Tingkat nyeri diukur dengan Visual Analog Scale. Analisis data dengan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney menggunakan aplikasi JASP (Versi 0.19.3). Hasil didapat semua responden laki-laki menjalani 16 sesi ECP. Mayoritas lansia akhir, Islam, diagnosis medis Coronary Artery Disease, dan cemas skala 1. Tekanan darah dan frekuensi napas relatif stabil, frekuensi nadi menurun, dan saturasi oksigen lebih tinggi pada kelompok intervensi. Skala nyeri meningkat setelah ECP. Tekanan darah meningkat, frekuensi nadi sedikit menurun, dan saturasi oksigen lebih rendah pada kelompok kontrol. Perbandingan tekanan darah, frekuensi nadi, dan saturasi oksigen antara kedua kelompok tidak ada perbedaan bermakna. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada status hemodinamik di antara kedua kelompok dan ditemukan adanya peningkatan nyeri pada pasien yang menjalani prosedur ECP. Terapi murottal berpotensi untuk memberikan efek relaksasi dan mempertahankan kestabilan hemodinamik pada pasien ECP.