Elly Purnamasari
Universitas Muhammadiyah Tangerang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Kecemasan Saat Pandemi dan Prestasi Akademik pada Mahasiswa Keperawatan di Universitas Swasta Indonesia Lilis Rayatin; Edwardo Edwardo; Elly Purnamasari
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 6, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jiki.v6i1.7479

Abstract

Kecemasan merupakan suatu kondisi psikologis atau bentuk emosi individu berupa ketegangan, kegelisahan, kekhawatiran yang berkenaan dengan perasaan terancam serta ketakutan oleh ketidakpastian di masa mendatang bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Tingkat Kecemasan Di Masa Pandemi Dengan Prestasi Akademik Pada Mahasiswa Keperawatan Semester IV Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tangerang. Desain penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tingkat kecemasan yaitu Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) dan prestasi akademik dengan melihat hasil IPS mahasiswa semester IV, dari semester 1 dan 3. Jumlah sampel sebanyak 97 responden dengan menggunakan Total Sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunkan uji Chi Square. hasil uji Chi Square antara Hubungan Tingkat Kecemasan Di Masa Pandemi Dengan Prestasi Akademik Pada Mahasiswa Keperawatan Semester IV Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Tangerang, didapatkan hasil nilai p sebesar 0,003 (< 0,05) maka dapat diartikan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan tingkat kecemasan di masa pandemi dan prestasi akademik pada mahasiswa keperawatan.Kata Kunci: Pandemi COVID-19, Prestasi Akademik, Tingkat Kecemasan  
Pemberian Terapi Murottal pada Pasien yang Menjalani Terapi External Counterpulsation Terhadap Status Hemodinamik dan Tingkat Nyeri Annisaa Fitrah Umara; Elly Purnamasari; Zulia Putri Perdani; Nurul Tia Sabrina; Afifah Aulia Apriyanti
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 10 (2026): Volume 8 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i10.26234

Abstract

Terapi External Counterpulsation menjadi alternatif intervensi dan memberikan efek positif pada pasien Coronary Artery Disease. Disamping manfaat yang diberikan, tindakan ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan fisik. Terapi Murottal sering menjadi pilihan untuk menurunkan nyeri dan menstabilkan hemodinamik. Tujuan untuk melihat tren status hemodinamik, dan tingkat nyeri pada pasien yang mendapat terapi ECP dengan atau tanpa mendengarkan murottal. Desain studi pilot study quasi-eksperimental dengan desain non-equivalent control group terhadap 8 orang pasien yang menjalani 16 sesi terapi ECP, dengan 3 orang mendapat terapi murottal dan 5 orang sesuai prosedur standar. Status hemodinamik meliputi tekanan darah, frekuensi jantung, frekuensi pernapasan, dan saturasi oksigen. Tingkat nyeri diukur dengan Visual Analog Scale. Analisis data dengan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney menggunakan aplikasi JASP (Versi 0.19.3). Hasil didapat semua responden laki-laki menjalani 16 sesi ECP. Mayoritas lansia akhir, Islam, diagnosis medis Coronary Artery Disease, dan cemas skala 1. Tekanan darah dan frekuensi napas relatif stabil, frekuensi nadi menurun, dan saturasi oksigen lebih tinggi pada kelompok intervensi. Skala nyeri meningkat setelah ECP. Tekanan darah meningkat, frekuensi nadi sedikit menurun, dan saturasi oksigen lebih rendah pada kelompok kontrol. Perbandingan tekanan darah, frekuensi nadi, dan saturasi oksigen antara kedua kelompok tidak ada perbedaan bermakna. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada status hemodinamik di antara kedua kelompok dan ditemukan adanya peningkatan nyeri pada pasien yang menjalani prosedur ECP. Terapi murottal berpotensi untuk memberikan efek relaksasi dan mempertahankan kestabilan hemodinamik pada pasien ECP.