Ardiansyah
Universitas PGRI Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM (RPM) BERBASIS MODEL KOOPERATIF TEAMS GAMES TOURNAMENT PADA MATERI PERKALIAN BILANGAN CACAH SAMPAI 100.000 DI KELAS V SD NEGERI 1 SEWON Ardiansyah; Maulina Dwi Yahya; Rizqina Anjarwati; Adinda Agesti Marlin; Nadia Salfa Taftazana; Rozi Firnas Rahman; Beny Dwi Lukitoaji
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.18857

Abstract

Kemampuan berhitung perkalian bilangan cacah merupakan kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik kelas V sekolah dasar sebagai fondasi bagi materi matematika lanjutan. Namun, pembelajaran perkalian sering disajikan secara prosedural dan kurang melibatkan peserta didik secara aktif sehingga pemahaman konsep menjadi dangkal. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan perangkat pembelajaran berupa Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) pada materi Perkalian Bilangan Cacah sampai 100.000 di kelas V B SD Negeri 1 Sewon, yang mengintegrasikan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dengan pendekatan Deep Learning (Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning). Penelitian menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan teknik analisis dokumen terhadap perangkat pembelajaran yang meliputi RPM, bahan ajar, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), serta instrumen asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa sintaks TGT (penyampaian informasi, pembentukan tim, permainan dan turnamen, serta penghargaan kelompok) dapat dipadukan secara koheren dengan ketiga prinsip Deep Learning pada setiap tahap pembelajaran, LKPD dirancang berjenjang dari perkalian satu digit hingga tiga digit pengali, dan sistem asesmen disusun secara berlapis untuk mengukur kesiapan belajar, proses, serta ketercapaian tujuan pembelajaran. Artikel ini belum menyajikan data hasil belajar empiris karena berfokus pada pengembangan dan analisis kelayakan desain perangkat pembelajaran; oleh karena itu disarankan uji coba lapangan melalui penelitian tindakan kelas untuk mengukur efektivitasnya secara empiris.