Rozi Firnas Rahman
Universitas PGRI Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEDIA PUZZLE PIZZA SEBAGAI ALAT BANTU PEMBELAJARAN PECAHAN BERPENYEBUT TIDAK SAMA DI SEKOLAH DASAR Zulfanur Fayuda; Angelita Safitrianingrum; Erin Putri Rindiani; Bima Darma Wijaya; Rozi Firnas Rahman; Azamul Fadhly Noor Muhammad
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 04 (2025): Volume 11 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Difficulties in understanding fractions with unlike denominators remain a common problem in elementary mathematics learning. These difficulties are often caused by abstract teaching approaches and limited use of concrete learning media. This study aims to analyze the effectiveness of pizza puzzle media as a learning aid in teaching fractions with unlike denominators in elementary schools. The research employed a literature review method by systematically analyzing national journal articles published within the last ten years. Data were collected from reputable databases such as Google Scholar, SINTA, and Garuda using keywords related to puzzle media, fraction learning, and elementary mathematics education. The results of the literature analysis indicate that pizza puzzle media effectively improves students’ conceptual understanding of fractions, reduces misconceptions in comparing and adding fractions with different denominators, and increases student learning activity and motivation. The visual and manipulative characteristics of pizza puzzle media help students understand fractions as parts of a whole and support meaningful learning experiences. Therefore, pizza puzzle media can be considered an effective and relevant instructional aid for teaching fractions with unlike denominators in elementary schools. Keywords: Pizza Puzzle Media, Fractions, Unlike Denominators, Elementary Mathematics
PENGEMBANGAN RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM (RPM) BERBASIS MODEL KOOPERATIF TEAMS GAMES TOURNAMENT PADA MATERI PERKALIAN BILANGAN CACAH SAMPAI 100.000 DI KELAS V SD NEGERI 1 SEWON Ardiansyah; Maulina Dwi Yahya; Rizqina Anjarwati; Adinda Agesti Marlin; Nadia Salfa Taftazana; Rozi Firnas Rahman; Beny Dwi Lukitoaji
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Public
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.18857

Abstract

Kemampuan berhitung perkalian bilangan cacah merupakan kompetensi dasar yang harus dikuasai peserta didik kelas V sekolah dasar sebagai fondasi bagi materi matematika lanjutan. Namun, pembelajaran perkalian sering disajikan secara prosedural dan kurang melibatkan peserta didik secara aktif sehingga pemahaman konsep menjadi dangkal. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan perangkat pembelajaran berupa Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) pada materi Perkalian Bilangan Cacah sampai 100.000 di kelas V B SD Negeri 1 Sewon, yang mengintegrasikan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dengan pendekatan Deep Learning (Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning). Penelitian menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan teknik analisis dokumen terhadap perangkat pembelajaran yang meliputi RPM, bahan ajar, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), serta instrumen asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa sintaks TGT (penyampaian informasi, pembentukan tim, permainan dan turnamen, serta penghargaan kelompok) dapat dipadukan secara koheren dengan ketiga prinsip Deep Learning pada setiap tahap pembelajaran, LKPD dirancang berjenjang dari perkalian satu digit hingga tiga digit pengali, dan sistem asesmen disusun secara berlapis untuk mengukur kesiapan belajar, proses, serta ketercapaian tujuan pembelajaran. Artikel ini belum menyajikan data hasil belajar empiris karena berfokus pada pengembangan dan analisis kelayakan desain perangkat pembelajaran; oleh karena itu disarankan uji coba lapangan melalui penelitian tindakan kelas untuk mengukur efektivitasnya secara empiris.