Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Dan Pendampingan Pembuatan Pupuk Organik Bagi Masyarakat Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika Suyatno; Bambang Suhartawan; Arief Fath Atiya; Daawia; Herman HI. Tjolleng Taba
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 5 No 1 (2026): Oktober - Januari (On Progress)
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v5i1.1768

Abstract

Distrik Iwaka merupakan salah satu distrik pesisir di Kabupaten Mimika yang sebagian besar penduduknya bergantung pada sektor pertanian dan hortikultura skala rumah tangga. Ketergantungan pada pupuk kimia yang harganya relatif mahal akibat kendala distribusi ke wilayah Papua, serta melimpahnya limbah organik rumah tangga dan pertanian yang belum dimanfaatkan secara optimal, menjadi latar belakang kegiatan pengabdian ini. Kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik menjadi pupuk organik padat dan pupuk organik cair (POC) sebagai alternatif yang murah dan ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 26–27 Agustus 2026 di Distrik Iwaka, melibatkan 42 peserta yang terbagi ke dalam 6 kelompok kerja berdasarkan kampung (Kampung Iwaka, Limau Asri Barat, Limau Asri Timur, Mulia Kencana, Naena Muktipura, dan Wangirja), masing-masing beranggotakan 7 orang; Kampung Pigapu tidak turut serta pada kegiatan ini. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, demonstrasi, dan praktik langsung, dengan hari pertama difokuskan pada pembuatan pupuk organik padat dan hari kedua pada pembuatan pupuk organik cair, dilanjutkan dengan pendampingan pasca pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari pre-test ke post-test sebesar 100% (dari rata-rata 40,5 menjadi 81,0), keberhasilan seluruh kelompok dalam memproduksi pupuk organik padat dan cair secara mandiri dengan total produksi 269 kg pupuk padat dan 181 liter pupuk cair, serta respons yang positif dari peserta untuk melanjutkan penerapan pupuk organik di lahan masing-masing. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian masyarakat Distrik Iwaka dalam pengelolaan limbah organik dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Pelatihan Pencatatan Keuangan Sederhana bagi Pelaku Usaha dan Masyarakat Kampung Walma Distrik Skanto Kabupaten Keerom Mugiati; Muhamad Amin Wadjo; Bambang Suhartawan; Suyatno; Evanita V. Manullang; Dina MM. Saramuke; Muhamad Irfan Aditama
Jurnal Cendekia Mengabdi Berinovasi dan Berkarya Vol 4 No 3 (2026): Juni - September (IN PROGRESS)
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jenaka.v4i3.1778

Abstract

Pencatatan keuangan yang tidak tertib menyulitkan pelaku usaha mikro di Kampung Walma, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, memisahkan keuangan pribadi dan usaha serta mengetahui untung-rugi secara akurat. Kondisi ini sejalan dengan pengaruh literasi keuangan yang rendah terhadap pengelolaan keuangan pengusaha kecil di Papua (Ridho et al., 2023) dan tertinggalnya literasi keuangan di wilayah timur Indonesia (OJK, 2021). Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pencatatan keuangan sederhana pada 27 peserta, dengan target skor rata-rata post-test ≥ 75% dan ≥ 70% peserta mampu menyusun buku kas secara mandiri. Metode meliputi penyuluhan, pelatihan learning by doing penyusunan buku kas dan laporan laba-rugi sederhana, serta pendampingan lapangan selama 4 minggu. Pengetahuan diukur dengan pre-test dan post-test 20 butir pada empat aspek, yaitu pentingnya pencatatan, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, pengisian buku kas, dan penyusunan laba-rugi. Keterampilan dinilai dengan lembar penilaian buku kas lima kriteria; peserta dinyatakan mandiri bila memenuhi minimal empat kriteria tanpa bantuan fasilitator. Data dianalisis melalui selisih skor, normalized gain, dan uji Wilcoxon. Rata-rata skor meningkat dari 40% menjadi 81% (selisih 41 poin; normalized gain 0,68, kategori sedang, p < 0,001), dengan peningkatan terbesar pada penyusunan laba-rugi (35% menjadi 78%). Sebanyak 21 dari 27 peserta (77,8%) mampu menerapkan buku kas secara mandiri, sedangkan enam peserta terkendala keterbatasan waktu berlatih dan kesulitan berhitung dasar. Karena tidak ada kelompok pembanding, hasil ini bersifat indikatif. Pendampingan lanjutan berbasis indikator keteraturan pencatatan diperlukan untuk memastikan perubahan perilaku bertahan.